Dark/Light Mode

Hindari Macet Parah Di Perlintasan Kereta Lenteng Agung

Warga Tak Sabar Pengen Nyoba Flyover Tapal Kuda

Senin, 18 Januari 2021 07:00 WIB
Ilustrasi proyek pembangunan jalan layang tapal kuda di kawasan Lenteng Agung, Jakarta. (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)
Ilustrasi proyek pembangunan jalan layang tapal kuda di kawasan Lenteng Agung, Jakarta. (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana melakukan uji coba jembatan layang Lenteng Agung, akhir Januari. Pengetesan bakal dilakukan dua tahap, diharapkan bisa mulai beroperasi Maret tahun ini.

Warga berharap, jalan layang Tapal Kuda ini cepet kelar dan difungsikan. Supaya kemacetan akut setiap hari karena putar balik di perlintasan kereta segera berakhir.

Seperti diketahui, berdasarkan pantauan saat sore hari jam pulang kantor, ruas jalan yang menuju ke Depok selalu padat karena tersendat kendaraan yang melambat di putaran balik. Begitu juga sebaliknya, saat pagi hari di ruas jalan yang berlawanan.

“Sudah bagus begini, tapi kapan difungsikannya? Biar nggak macet lagi nih tiap hari. Belum lagi angkot-angkot pada ngetem, bisa nggak itu ditertibkan,” kata Humaidi, warga Depok, yang setiap hari melintas jalanan ini.

Baca Juga : Isu Cerai, Gimmick Sinetron?

Di media sosial, warganet juga minta segera jalan layang itu diresmikan dan dapat dilintasi.

“Jadi kapan bisa digunakan, dah lama jadi tapi belum bisa dimanfaatkan. Sekarang puternya jauh, ke Pasar Minggu kalau dari Depok,” tulis @guntur_wnp.

Warga bernama Randhi @randhilicious yakin jembatan layang ini akan bermanfaat.

“Bangun Flyover Tapal Kuda U-Turn emang jelas fungsinya, supaya bisa putar balik arah tanpa perlu lewat rel kereta,” kata dia.

Baca Juga : Ketiban Untung, Saham BUMN Karya Meroket

Senada dengan warga pemilik akun @jalantengahku. “Saya warga yang lahir, besar dan tinggal di sekitaran Lenteng Agung, Pasar Minggu, bersyukur flyover Tapal Kuda selesai. Pengerjaannya sejak Oktober 2019. Mudah-mudahan bisa mengurai kemacetan karena adanya perlintasan kereta api. Tak perlu lagi nyebrang atau belok perlintasan,” harapnya.

Meski begitu, ada juga warga yang nyinyir.

“Atap diwarnain gini beneran nggak guna deh bang, siapa yang bisa nikmati juga pemandangannya. Mending budget-nya buat nempelin pohon sepanjang trotoar di jalan tersebut biar lebih adem dan bisa dinikmati semua orang,” tulis @Dhanny AMF12.

Ada pula yang memberi saran agar pembangunan segera disempurnakan.

Baca Juga : KPK Dalami Dugaan Suap Kejati Kepulauan Riau

“Pak, flyover yang arah balik ke Tanjung Barat masih ada 1 segmen yang belum dicor? Plus jembatan penyebrangannya kok lama sekali pengerjaannya? Udah 1 tahun lebih lho pak proyek ini,” tanya @ayoesoemardoko.
 Selanjutnya