Dark/Light Mode

Revitalisasi Selesai, Warga Pangling

Wajah Stasiun Jatinegara Kini Modern Dan Megah

Selasa, 19 Januari 2021 06:40 WIB
Inilah wajah baru Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Inilah wajah baru Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Revitalisasi Stasiun Jatinegara Baru, Jakarta Timur, telah rampung. Stasiun peninggalan Belanda itu kini terlihat modern dan megah.

Revitalisasi Stasiun Jatinegara digarap Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten (BTPWJB) Kementerian Perhubungan. Revitalisasi ini merupakan bagian dari pembangunan double-double track (DDT) Paket A jalur dwiganda Manggarai-Cikarang. Konstruksi pembangunan dilakukan sejak 2016. Tak hanya mempercantik stasiun, revitalisasi menambah bangunan stasiun di atas jalur kereta eksisting seluas 3.600 meter persegi. Uji coba stasiun baru ini sudah dilakukan sejak, Rabu (16/12), tahun lalu.

Berdasarkan pantauan, bangunan stasiun baru itu bergaya futuristis modern minimalis. Namun demikian, arsitektur lama Stasiun Jatinegara, tetap dipertahankan. Sebab, Stasiun Jatinegara masuk kategori bangunan cagar budaya yang ditetapkan Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Baca Juga : DPRD Kota Bandung Tolak Tamu Kunker Dari Luar Kota

Sehingga, jika melihat dari depan Stasiun Jatinegara Lama, nampak sekali perbedaan yang amat kontras antara bangunan baru dengan bangunan lama peninggalan Belanda, Staatsspoorwegen.

Selain penambahan luas, revitalisasi mengubah level crossing menjadi overpass. Maksudnya, dulu penumpang harus menyeberang rel jika ingin berpindah peron. Sekarang tidak lagi, penumpang lebih mudah dan aman jika ingin berpindah peron.

Selain itu, Stasiun Jatinegara Baru kini dilengkapi eskalator maupun lift. Tak lupa, terdapat pula berbagai fasilitas untuk kaum disabilitas.

Baca Juga : Paslon Bajo Tak Akan Gugat Kemenangan Gibran Ke MK

Pada lantai pertama terdapat berbagai fasilitas umum seperti mushola, tempat wudhu, toilet pria dan wanita, toilet untuk penyandang disabilitas, ruang kesehatan, ruang laktasi, ticket control, loket, serta berbagai ruangan kantor dan pantry. Selain itu, jalur konektivitas intermoda antar Kereta Jarak Jauh (KAJJ), dan KRL melalui gate tiket di dalam area peron.

Stasiun ini memiliki 8 jalur dan 4 peron. Jalur 1 dan 2 untuk KRL arah Manggarai, jalur 3 dan 4 untuk KAJJ arah Manggarai, jalur 5 dan 6 untuk KAJJ arah Pasar Senen, dan jalur 7 dan 8 untuk KRL arah Pasar Senen.

Tak nampak ada antrean penumpang. Hal ini terjadi karena tengah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sekaligus Penerapan Pelaksaanaan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Tak banyak warga yang berpergian dengan kereta api. Hanya ada antrean di peron KRL yang tetap menerapkan protokol kesehatan jaga jarak.

Baca Juga : Menepi Lagi, Zaniola Kepatil Corona

Banyak warga pangling melihat wajah baru Stasiun Jatinegara. Kesan penuh sesak pada bangunan lama, kini telah hilang.

“Sejak Pandemi Corona, jarang naik kereta. Sekarang bagus banget, modern begini ya. Tapi jadi bingung masuknya dari mana,” ungkap Eddy, warga Blok M, Jakarta Selatan.
 Selanjutnya