Dark/Light Mode

Kasus Dugaan Sabotase

Polisi Periksa Tiga Penjaga Rumah Pompa Dukuh Atas

Sabtu, 23 Januari 2021 07:07 WIB
Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan. (Foto: ist)
Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polisi turun tangan menyelidiki kasus perusakan kabel listrik Rumah Pompa Dukuh Atas. Tiga petugas jaga dipanggil korps baju cokelat semalam. Ketiganya berada di lokasi saat kabel mesin pompa ditemukan rusak oleh pegawai PLN pada Rabu (14/1) pekan lalu.

"Kita mau tanya tugas dia apa jaga di situ, SOP-nya bagaimana," ungkap Kapolsek Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan seperti ditulis, Sabtu (23/1).

Dia menjelaskan, pada Rabu (14/1) itu, petugas PLN melakukan pengecekan di sana karena adanya indikasi aliran listrik yang loss.  

Baca Juga : Komisi VI: Kok Banyak UMKM Tak Terima Bantuan Presiden

Kemudian, petugas menemukan ada kabel yang diputus paksa. Kabel kawat yang menghubungkan meteran listrik. Tapi aliran listrik ke pompa air tidak padam. "Jadi aliran listriknya tetap ada," terangnya. 

Polisi pun akan mencari tahu peristiwa sabotase itu lewat pemeriksaan ketiga petugas jaga itu. "Kami ingin tahu apa yang dilakukan petugas pompanya. Mereka ngapain aja. Masa nggak tahu. Baru ketahuannya sama pihak PLN kalau ada aliran listrik yang loss," tandas Singgih. 

Pemprov DKI menyerahkan masalah perusakan kabel listrik Rumah Pompa  Dukuh Atas itu kepada kepolisian. 

Baca Juga : Untung Pakai Motor Bebek

"Kita akan lihat. Apa motifnya, apa masalahnya, apa yang dilakukan. Jadi kita serahkan nanti pada pihak kepolisian untuk mencari tahu lebih detil lagi," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Jumat (22/1).

Menurutnya, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Kejadian serupa pernah terjadi tahun lalu. 

"Kejadiannya dulu 24 Juli 2020. Ada orang tak dikenal masuk ke rumah pompa dini hari, tapi keburu ketangkap," imbuh politisi Gerindra ini. Riza memastikan operasional pompa air berjalan normal meski kabel listrik dipotong oleh orang tak dikenal. [OKT]