Dark/Light Mode

Lewat Mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi

KH Muhyidin Ishaq Diangkat Jadi Syuriah PWNU DKI

Minggu, 4 April 2021 09:40 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan KH Muhyidin Ishaq. (Foto: Ist)
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan KH Muhyidin Ishaq. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - KH Muhyidin Ishaq terpilih sebagai Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta masa khidmat 2021-2026 melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi pada Konferensi Wilayah (Konferwil) XX PWNU Jakarta, di Hotel Sultan, Jakarta, Minghu (4/4).

Pengumuman ini disampaikan KH Luqman Hakim Hamid sebagai salah satu Anggota Ahlul Halli wal Aqdi.

"Dengan demikian diputuskan Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta Masa Bakti 2021-2026 kepada beliau yang terhormat KH Muhyidin Ishaq," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamid, Jakarta Timur itu.

Baca juga : Ketiga Kali, KPK Panggil Lagi Wakil Ketua Dewan Syuro PKB

Keputusan ini disepakati oleh seluruh Anggota Ahlul Halli wal Aqdi yang berjumlah tujuh orang, yakni KH Muhyidin Ishaq, KH Kamaludin, KH Luqman Hakim Zainudin, KH Mawardi, KH Abdul Muin, dan KH Luqman Hakim Hamid.

Setelah pengumuman, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Andi Najmi Fuadi mengundang KH Muhyidin Ishaq ke atas panggung. Kemudian, ia menanyakan kesediaan Kiai Muhyidin dalam menerima amanah tersebut di hadapan seluruh peserta.

"Bersedia," jawab Kiai Muhyidin.

Baca juga : KPK Tetapkan Wali Kota Medan Tersangka Penerima Suap

Dalam kesempatan ini, Andi menyampaikan, Kiai Muhyidin sudah memenuhi persyaratan sebagai Rais Syuriyah PWNU DKI Jakarta. Ia menyebut beberapa dokumen terlampir meliputi Surat Keputusan dan Sertifikat Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU).

Kiai Muhyidin adalah Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan. Ia juga merupakan Pimpinan Perguruan Silat Misar Siban.

Untuk diketahui, mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi untuk memilih Syuriah dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) bukanlah voting seperti pemilihan pada umumnya. Ahlul Halli wal Aqdi adalah institusi khusus yang berfungsi sebagai badan legislatif yang ditaati, berisi orang-orang berpengaruh dalam jamiyyah NU.

Baca juga : Prasetio Edi Marsudi Resmi Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta

Ulama-ulama khos ini memutuskan nama yang dipilih berdasarkan kriteria yang tinggi. Salah satunya, haruslah seorang yang sungguh-sungguh menguasai seluk-beluk ajaran keagamaan yang menjadi haluan Nahdlatul Ulama, terutama dalam bidang syari'at.

Sistem Ahlul Halli Wal 'Aqdi ini dengan sendirinya akan menyumbat intervensi politik dan kepentingan pihak luar dalam pemilihan kepemimpinan NU. Karena pemegang wewenangnya adalah ulama yang paling matang secara keilmuan dan maqom rohaninya, serta yang tak dapat digoda dengan bujukan duniawi. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.