Dark/Light Mode

Atasi Banjir Tak Bisa Sepotong-sepotong

Proyek Rumah Panggung Hambat Normalisasi Sungai

Kamis, 8 April 2021 06:00 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah panggung di kawasan Kebon Pala, Jakarta, Rabu (7/4/2021). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah panggung di kawasan Kebon Pala, Jakarta, Rabu (7/4/2021). (Foto: ANTARA/Galih Pradipta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebaiknya membatalkan rencana pembangunan 40 rumah panggung di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sebab, hal itu kontraproduktif dengan program normalisasi sungai.

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyampaikan, rumah panggung rencananya dibangun dengan tinggi kaki-kakinya 3,5 meter. Hal ini bertujuan agar tidak ada lagi perabotan rumah warga yang terendam saat banjir.

Pembangunan rumah panggung akan dilakukan di RT13, 11, 5 dan 6 di RW 04 Kampung Melayu, Jakarta Timur. Anggarannya Rp 78 juta per rumah. Program ini dibiayai Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jakarta. Tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Berita Terkait : Pemprov DKI Cepat Tata Kampung Dong

Rumah panggung tersebut akan memiliki tiga lantai. Paling bawah untuk tempat produksi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) seperti pembuatan kue kering yang menjadi ciri khas usaha warga di Kampung Melayu. Dua lantai lagi untuk aktivitas tempat tinggal.

Kawasan Kebon Pala selama ini menjadi langganan banjir. Pada Februari lalu, banjir menerjang wilayah tersebut sampai 2 meter. Ratusan warga selalu mengungsi saat banjir terlalu lama surut. Wilayah Kebon Pala mencakup RW 004, 005, 006, 007 dan 008 Kelurahan Kampung Melayu. Wilayah-wilayah tersebut memiliki permukaan tanah yang sejajar dengan bibir Kali Ciliwung.

Banjir di wilayah itu terjadi akibat luapan Kali Ciliwung. Banjir di Kebon Pala bergantung pada ketinggian air di pintu air Katulampa Bogor dan Depok.

Baca Juga : Larissa Saad, Bisnis Pakaian Dan Perabotan Rumah

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono menilai, rumah panggung tidak efektif menyelesaikan masalah banjir.

“Enggak bisa mengatasi banjir sepotong-sepotong, enggak bisa sesuai selera. Normalisasi, tidak ada cara lain. Kalau daerah banjir, tak ada cara lain kecuali normalisasi,” sebutnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani juga memandang pembangunan rumah panggung di Kampung Melayu bukan solusi utama dalam mengatasi banjir. Pihaknya mewanti-wanti tiang dan fondasi rumah panggung bakal rapuh jika kerap direndam banjir.

Baca Juga : Erick Tuntut Bos BUMN Cetak CEO Kelas Dunia

“Rumahnya sudah tinggi, terus masih banjir selalu, ya lama-lama fondasi bagian bawah juga kan berisiko rapuh kalau terus-terusan sering diterjang banjir,” katanya.
 Selanjutnya