Dark/Light Mode

Awas Jadi Media Penyebar Penyakit

Limbah Medis Di RS Naik Dua Kali Lipat

Senin, 7 Juni 2021 06:54 WIB
Petugas menggunakan alat perlindungan diri saat mengumpulkan sampah medis di Jakarta. (Foto: Reuters)
Petugas menggunakan alat perlindungan diri saat mengumpulkan sampah medis di Jakarta. (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Ibu Kota mengelola limbah medis dengan baik untuk mencegah penularan penyakit.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria. Menurutnya, selama pandemi Covid-19 terjadi lonjakan jumlah limbah medis. Namun sayang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak punya fasilitas khusus mengelola limbah medis ini. Padahal, limbah medis termasuk jenis limbah dengan bahan berbahaya dan beracun (B3).

“Kami minta seluruh fasilitas kesehatan mulai berbenah, terutama dalam menangani limbah medis,” pinta Iman, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Baca Juga : Dipanggil KPK, 2 Pejabat Aceh Diam-diam Pergi Ke Ibu Kota

Dia mengungkapkan, pengelolaan limbah medis selama ini diserahkan kepada pihak swasta. Pihaknya berharap pengelolaannya dilakukan secara transparan dan akuntabel supaya tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

“Biaya untuk membuang sampah medis cukup mahal. Makanya, jumlah tonase setiap bulannya harus benar,” pintanya.

Direktur RSUD Cengkareng, Bambang Suheri mengatakan, jumlah limbah medis di RSUD Cengkareng sekitar 1.200 kilogram (kg) per hari. Pihaknya terus berupaya menekan jumlah limbah medis setiap hari.

Baca Juga : PDIP Dibilang Sombong Tuh

“Sejak pandemi Covid-19, terjadi peningkatan limbah medis sampah dua kali lipat. Biasanya per hari 600 sampai 700 kg. dengan adanya Covid-19 bisa 1.000 sampai 1.200 kg per hari. Tapi, di bulan Mei-Juni ini sudah mulai menurun,” terangnya.

Bambang menegaskan, pihaknya sangat memperhatikan aspek kesehatan lingkungan sekitar dalam pengelolaan limbah medis. Setidaknya, RSUD Cengkareng telah bekerja sama dengan pihak ketiga agar pengelolaan limbah medis di tengah pandemi Covid-19 dapat terkendali sesuai aturan.

“Pengelolanya pihak ketiga, dengan perjanjian diangkut tiap hari dengan kapasitas 1.000 hingga 1.200 muatan,” terangnya.

Baca Juga : Kekasih Baru Ello

Sementara, Direktur RSUD Tarakan Jakarta, Dian Ekowati menerangkan, peningkatan jumlah limbah medis di RSUD Tarakan terjadi sebagai dampak dari petugas medis yang selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat bekerja.
 Selanjutnya