Dark/Light Mode

Virus Corona Gempur Jakarta Dan Wilayah Sekitarnya

Keterisian Rumah Sakit Kritis, Nakes Keteteran

Rabu, 16 Juni 2021 06:40 WIB
Petugas mendorong alat ultra violet saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)
Petugas mendorong alat ultra violet saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

 Sebelumnya 
Selain itu, lanjut Dadang, kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru menetapkan seseorang yang rapid test antigennya positif maka dikategorikan positif Covid-19, terutama bagi mereka yang kontak erat. Sebelumnya, hanya hasil dari tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga alami lonjakan kasus. Status zona Covid-19 naik dari kuning ke oranye sejak 7 Juni lalu.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 sudah diprediksi. Karena itu, dia mengaku sudah menginstruksikan 22 RS Covid-19 di Tangsel agar menyediakan lebih banyak tempat tidur isolasi.

“Ini memang sudah diperkirakan oleh banyak pihak, termasuk juga kementerian kesehatan dan Satgas Covid-19. Ini Efek dari liburan mudik kemarin,” ujarnya.

Baca juga : Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Tambah Kapasitas Rumah Sakit Hingga 40 Persen

Diprediksinya, lonjakan kasus masih terus akan bergejolak sampai akhir Juni.

Data teranyar, jumlah total kasus Covid-19 di Tangsel tercatat sebanyak 11.777 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 396 orang masih dirawat di RS dan melakukan isolasi mandiri di rumah. Kemudian, sebanyak 10.975 orang dinyatakan sembuh, dan 406 orang meninggal dunia.

Keterisian tempat tidur di di RS Umum Tangsel sudah hampir penuh. Bahkan, untuk tempat tidur untuk pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat, sudah penuh.

“Kami menyiapkan ruang ICU empat tempat tidur. Saat ini sudah terisi dua tempat tidur,” ungkap Kepala Seksi Pelayanan Medis RSU Kota Tangsel Ronald Adrianto di Tangsel.

Baca juga : Wamenkes Ketar-ketir

Membeludaknya jumlah pasien, membuat tenaga kesehatan di RS Tangsel keteteran. Peningkatan jumlah pasien Covid-19 di RS Umum Tangsel terjadi sejak dua pekan usai libur Lebaran 2021. Angka keterisian tempat tidur di RS Umum Tangsel sebelum Lebaran hanya di kisaran belasan. Dua pekan setelah lebaran, jumlah pasien rata-rata 30 tempat tidur per hari. Untuk melayani pasien, RS Umum Tangsel kini membuka satu lantai lagi untuk ruang perawatan Covid-19.

Ketersediaan tempat tidur pasien di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Kota Tangsel juga membludak. Koordinator RLC Kota Tangsel Suhara Manullang menyebutkan, peningkatan kasus berimbas pada panjangnya daftar tunggu pasien Covid-19 bergejala ringan. Mereka mesti menunggu agar dapat masuk ke fasilitas pelayanan isolasi dan perawatan medis ini.

“Kita sudah masuk ke angka 225 pasien. Peningkatan kasus mencapai 600 persen bila dibandingkan pada penerimaan pasien sebelum Hari Raya Idul Fitri. Tiga hari yang lalu sampai dua ratusan pasien. Naik 600 persen di banding sebelum Lebaran,” tandasnya.

Ahli Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman mendorong semua Pemerintah daerah merespons memburuknya situasi Covid-19. Jangan hanya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saja yang bergerak.

Baca juga : Kalau Rumah Sakit Penuh, Layanan Kesehatan Lumpuh

“Perbaiki strategi. Testing, tracing, treatment, Prokes harus dilakukan bersama-sama. Skenario terburuk, ya pembatasan ketat Jawa dan Bali,” saran Dicky. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.