Dark/Light Mode

Imin & Hasto curiga

Jelas, Ini Kampanye Terselubung

Senin, 3 Desember 2018 12:56 WIB
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar . (Foto: IG @cakiminow)
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar . (Foto: IG @cakiminow)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi Reuni 212 diklaim tidak ada unsur politik. Nyatanya, tokoh yang hadir kebanyakan pendukung Prabowo-Sandi. Apa tanggapan kubu Jokowi-Ma'ruf? Wapres Jusuf Kalla tak masalah. Namun, Muhaimin Iskandar dan Hasto Kristiyanto curiga. Wapres Jusuf Kalla yakin aksi berlangsung aman. "Ya, seperti biasa, kan tahun lalu juga ada reuni kan itu saya yakin akan berlangsung dengan aman, damai,” kata JK di Buenos Aires, Argentina, Sabtu (1/12) malam waktu setempat. 
Soal jumlah peserta aksi, JK mengaku yang datang . “Banyak iya, tapi tak sebanyak jutaan seperti pada saat 212," ujarnya.

Baca juga : Program Tol Suramadu Gratis Bukan Kampanye Terselubung

Menurut JK, reuni kali ini mendapat izin karena tahun sebelumnya juga berlangsung aman. Meski begitu, dia menilai, ada efek politis dari Reuni 212 kali ini. "Ini reuninya walaupun dikatakan tidak ada politik-politikan, pasti punya efek-efek dalam pemilu. Kita setuju bahwa mereka tak boleh bawa bendera partai, artinya reuni tokoh-tokoh mereka saja," ucapnya.

Baca juga : Jokowi Enggak Merasa Kampanye Terselubung

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menyatakan, Reuni 212 adalah ekspresi politik biasa yang menjadi hak demokrasi setiap rakyat Indonesia. Awalnya dia menghormati aksi 212 dan berharap aksi tersebut memberikan harapan dan optimisme bagi masa depan bangsa. "Yang penting jangan ditunggangi ide-ide khilafah, sehingga tidak ada kekhawatiran, jadi menggembirakan," kata Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, di PKB Jabar Festival, Bandung, kemarin.

Baca juga : Salahnya Dimana? Ini Aspirasi

Sayang, kata Cak Imin, aksi ini diselipi kampanye terselubung. Apalagi Prabowo datang ke reuni ini dan diberi panggung. "Ya itu semakin memperjelas bahwa ini proses politik kampanye secara tidak langsung," tegasnya.
Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding menilai sudah terjadi perubahan tujuan dalam Reuni 212. Aksi tak lebih dari kampanye terselubung capres nomor urut 02. "Sebenarnya kegiatan ini kegiatan kampanye. Kampanye Pak Prabowo yang menggunakan agama dan simbol-simbol agama sebagai alat," kata Karding dalam siaran persnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.