Dewan Pers

Dark/Light Mode

Permintaan Anies di HUT DKI, Jangan Pandang Lonjakan Covid-19 Sekadar Statistik

Selasa, 22 Juni 2021 14:16 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Antara)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan punya permintaan khusus di HUT ke-494 DKI Jakarta. Anies meminta semua pihak tidak memandang lonjakan kasus Covid-19, angka korban meninggal, ataupun dirawat secara serius, hanya sebagai angka-angka statistik belaka.

"Saya perlu garisbawahi semua, ketika menyebutkan jumlah kasus, jangan pernah tempatkan persoalan Covid-19 ini seperti angka statistik begitu saja. bertambah kasus dan berkurang kasus," pinta Anies, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (22/6), seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Perkuat Empat Pilar, Penanganan Covid-19 Harus Dari Hulu Dan Hilir

Anies menegaskan, setiap satu angka kasus Covid-19 meningkat, berarti ada satu nyawa yang terpapar. Artinya, setiap satu nyawa ada satu orang dalam keluarga yang harus mendapat perawatan, dan akan ada banyak kekhawatiran yang terjadi di keluarga itu.

"Bayangkan, keluarga yang tegang. Bayangkan pasien yang perlu perawatan intensif karena terpapar," ucapnya.

Berita Terkait : Penyunatan Hukuman Eks Jaksa Pinangki Rusak Akal Sehat Publik

Karena itu, Anies sangat menekankan agar semua pihak bisa merasakan kepedulian kepada mereka yang terpapar Covid-19. "Ini adalah saudara kita. Ini adalah warga kita. Setiap satu angka disebut itu adalah satu nyawa, itu adalah anak, ayah ibu, kakak, adik dari kita semua," kata dia.

Pada Senin (21/6), penambahan kasus baru Covid-19 di Jakarta mencapai 5.014. Dengan penambahan kasus tersebut, angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta sudah 479.043. Sedangkan untuk kasus aktif atau pasien dalam perawatan atau isolasi sebanyak 32.060 kasus.

Berita Terkait : Menko Airlangga: Tren Peningkatan Covid-19 Harus Dikendalikan

Pasien Covid-19 meninggal pada Senin (22/6) mencapai 71 orang. Ini angka tertinggi selama pandemi. Kini, tercatat 7.976 orang di Jakarta meninggal dunia akibat Covid-19. [USU]