Dark/Light Mode

PTM Terbatas Digelar Juli

Jangan Dipaksakan, Tunggu Kasus Covid-19 Melandai Saja

Sabtu, 12 Juni 2021 05:13 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Marji - Medcom).
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito. (Foto : Marji - Medcom).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas akan digelar pada Juli 2021. PTM harus dilakukan secara cermat dan hati-hati.

Satgas Penanganan Covid-19 membeberkan, kasus positif virus Corona pada anak sekolah, usia 6-18 tahun, secara nasional sebanyak 9,6 persen. Sedangkan kasus kematian anak akibat Covid, secara nasional sebanyak 0,6 persen.

Dengan mempertimbangkan kasus Covid-19 pada anak tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan, perlu kehati-hatian untuk membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Satgas pun memberikan rambu-rambu yang harus dipenuhi penyelenggara pendidikan atau sekolah.

Berita Terkait : Jangan Remehin Varian Baru Covid-19, Lindungi Keluarga

Pertama, guru dan perangkat sekolah yang terlibat PTM harus sudah divaksin Covid-19 dan tidak punya komorbid atau penyakit bawaan. Kedua, PTM wajib digelar dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Ketiga, siswa yang hadir dalam pembelajaran tatap muka dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas ruang kelas. Keempat, PTM hanya boleh digelar 2 hari dalam seminggu, dan setiap pertemuan dibatasi maksimal 2 jam.

“Penting untuk diingat kesempatan pem­bukaan sektor pendidikan ini harus dijaga stabilitasnya secara hati-hati dan terbatas,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid- 19, Prof Wiku Adisasmito.

Berita Terkait : Disiplin Prokes Dan Selalu Berdoa Semoga Tak Ada Tsunami Covid-19

Rencana PTM secara terbatas pada Juli nanti disambut pro dan kontra. Netizen yang pro berkeyakinan, kondisi sekolah sudah aman, para guru sudah divaksin Covid-19 dan protokol kesehatan (prokes) dilaksanakan secara ketat.

Sementara yang kontra PTM khawat­ir terhadap potensi penularan virus Corona. Soalnya, anak-anak usia sekolah sangat sulit disiplin prokes.

Akun @giewahyudi mengatakan, Presiden Jokowi sudah memberikan arahan terkait ren­cana dimulainya sekolah tatap muka terbatas pada Juli mendatang. Syaratnya, para guru dan tenaga pendidik sudah disuntik vaksin Covid-19. “Semoga terealisasi, karena miris melihat pendidikan saat ini,” saut @lamtiurdermawan.

Berita Terkait : Klaster Sekolah Muncul, Guru Juga Perlu Diedukasi

Akun @danielsinaga menjelaskan, seko­lah yang akan menggelar PTM terbatas pada bulan Juli harus memenuhi tiga syarat mutlak. Yaitu, semua guru dan pegawai sekolah sudah divaksin dua kali, sekolah sudah memiliki Satgas Covid-19, dan adanya persetujuan dari Komite Sekolah (orangtua).
 Selanjutnya