Dark/Light Mode

Kasus Dugaan Suap Izin Pengelolaan Parkir Di Cilegon

FPMB Ngadu Ke Kejagung

Selasa, 12 Oktober 2021 15:38 WIB
FPMB saat mengadu ke Kejagung. (Foto: Ist)
FPMB saat mengadu ke Kejagung. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Koordinator Forum Peduli Masyarakat Banten (FPMB) Syaipul Basir mengadu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) ihwal tata kelola parkir di Pasar Kranggot, Cilegon.

Pengaduan ini, merupakan ungkapan rasa kecewanya atas kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon.

Berita Terkait : KPK Buka Peluang Panggil Bos Panin Mu'min Ali Gunawan

“Kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia, kami tidak percaya lagi terhadap Kejari Kota Cilegon dalam menangani kasus suap izin pengeloaan parkir Pasar Kranggot ini,” ujar Syaipul, melalui keterangan tertulis yang diterima RM.id, Selasa (12/10).

Syaipul curhat, ihwal pelaporannya atas dugaan suap izin pengelolaan parkir Pasar Kranggot Kota Cilegon sebesar Rp.530 juta. Kasus itu sudah menjerat oknum Dinas Perhubungan nonaktif Uteng Dedi Apriadi sebagai tersangka.  Kasus itu kini ditangani Kejari Cilegon. Tapi, kasusnya jalan di tempat.

Berita Terkait : KPK Telusuri Aliran Transaksi Keuangan

“Dari beberapa media informasi dan pemberitaan yang beredar, ada oknum Kejari Kota Cilegon yang diduga menerima suap dari tersangka Uteng Dedi Apriadi,” tudingnya. 
 Selanjutnya