Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kebon Pala Terendam 1 Meter
Banjir Kiriman Sering Datang Tengah Malam
Kamis, 4 November 2021 07:00 WIB
Sebelumnya
Sementara, Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan mengkritik program gerebek lumpur.
“Program dikerjakan dadakan dan tidak melibatkan masyarakat sehingga tak optimal,” imbuhnya.
Dia pesimistis target Gubernur Anies bahwa banjir di Jakarta surut dalam waktu tak lebih dari 6 jam, akan tercapai.
Baca juga : Bos BPIP: Pancasila Untuk Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara
Sebab, infrastruktur penanggulangan banjir masih belum memadai. Misalnya, banjir Senin (1/11) sore, di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jaktim. Banjir tidak cepat surut karena kapasitas drainase rendah.
Sedangkan, Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menyentil pembagian buku panduan banjir untuk warga Ibu kota.
“Kebijakan itu membuat Anies justru terlihat pasrah dengan potensi banjir di musim penghujan ini,” kata Kenneth.
Baca juga : Firli Lawan Serangan Dengan Senyuman
Seperti diketahui, Pemprov DKI membagikan sebanyak 33.311 buku Panduan Kesiapsiagaan Menghadapi Banjir kepada warga.
Mestinya, lanjutnya, Anies memberi semangat optimisme kepada warga bahwa ia bisa mengupayakan Jakarta bebas banjir.
Kenneth menilai, dalam mengatasi banjir, Anies sejauh ini hanya mengandalkan pompa mobile yang tersebar di titik-titik rawan. Padahal, langkah itu hanya penyelesaian di hilir. Anies harus melakukan inovasi baru.
Baca juga : Wow, Pete Dan Jengkol Jateng Tembus Pasar Australia
Padangan berbeda disampaikan Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani. Menurutnya, banjir yang merendam sejumlah daerah di Ibu Kota pada Senin (2/11), bukan sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. “Wilayah yang terendam itu adalah daerah yang memang rawan banjir meski intensitas hujan rendah,” ungkapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya