Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemacetan di Ibu Kota Meningkat

Warga Ragu Gunakan KRL Dan Transjakarta

Minggu, 7 Nopember 2021 07:05 WIB
Ilustrasi sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jakarta. (Foto: Tedy Kroen/RM)
Ilustrasi sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jakarta. (Foto: Tedy Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menilai kemacetan di Ibu Kota terjadi dipicu tingginya penggunaan kendaraan pribadi. Hal itu terjadi karena masyarakat takut tertular Covid-19 jika menggunakan angkutan umum.

“Kepadatan terjadi di ruas jalan DKI Jakarta karena warga masih ragu menggunakan angkutan umum,” kata Direktur Lalu Lintas BPTJ, Sigit Irfansyah di Jakarta, kemarin.

Ia menyebutkan jumlah penumpang KRL (kereta rangkaian listrik) sebelum pandemi mencapai 1,2 juta per hari. Saat ini, jumlah penumpang hanya setengahnya. Begitu pun dengan Transjakarta. Angkutan ini pernah mencapai 1 juta penumpang per hari.

Berita Terkait : Pekan Ini, Polisi Umumkan Tersangka Kasus Tabrakan Bus TransJakarta Di Cawang

“Semua transportasi massal sudah beroperasi normal. Tetapi penggunanya sedikit. Solusinya apa? Tentu bagaimana Pemerintah memberi informasi kepada masyarakat bahwa angkutan umum sudah kembali normal dan aman,” ungkapnya.

Kemacetan di Ibu Kota semakin parah sejak Pemerintah melakukan pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Hampir seluruh aktivitas sudah kembali normal. Mall dan pusat perbelanjaan sudah boleh beroperarasi dengan 100 persen kapasitas pengunjung. Begitu juga perkantoran mulai menerapkan Work From Office (WFO).

Ramainya jalanan di Ibu Kota jadi sorotan di media sosial. Warga mengeluh situasi macet di berbagai ruas jalan. Akun Instagram @jktinfo mengabarkan lalu lintas di di PGC Cililitan, Jakarta Timur, semrawut pada Jumat (5/11) sore.

Berita Terkait : Bamsoet Beri Penghargaan Ke Nakes Dan Relawan Vaksinasi

“Kalau PGC mah jangan ditanya. Dari 4 arah padat kendaraan. Nggak ada yang mau ngalah,” keluh akun @ikmallrmdhn.

Kemacetan parah juga terjadi di kawasan Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur. Kondisi semrawut terjadi di Graha Intirub Park. Mobil dan motor nampak parkir di jalanan. Kondisi serupa berlangsung di kawasan Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Mobilitas warga DKI meningkat signifikan di masa PPKM Level 1. Jakarta. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mencatat pergerakan warga sudah melonjak sejak PPKM Level 2.

Berita Terkait : Anies: Seluruh Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Ditanggung Transjakarta

“Data tanggal 26 Oktober sampai 1 November 2021 terlihat volume lalu lintas kendaraan bermotor mengalami peningkatan sebesar 7,68 persen dibandingkan periode tanggal 12 sampai 18 Oktober 2021,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo melalui keterangannya, kemarin.

Syafrin menuturkan, mobilitas warga meningkat meskipun diberlakukan kebijakan Ganjil Genap di 13 ruas jalan di Jakarta. Penggunaan moda transportasi umum pun meningkat. Penumpang harian angkutan umum perkotaan bertambah sekitar 65.500 penumpang menjadi 810.964 penumpang per hari selama PPKM level 2.
 Selanjutnya