Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bakal Luncurkan Merah Putih Fund
Erick Bertekad Lahirkan Banyak Unicorn Di Tanah Air
Senin, 22 November 2021 06:50 WIB
Sebelumnya
Terpisah, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menjelaskan, di tahun mendatang pertumbuhan ekonomi digital akan semakin masif.

Sebagai informasi, ekonomi Indonesia saat ini secara GDP (Gross Domestic Product) sekitar Rp 15.400 triliun atau setara 1,1 triliun dolar Amerika Serikat (AS).
Pada 2030, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh sekitar 1,5 kali lipat menjadi Rp 24 ribu triliun hingga Rp 30 ribu triliun. Di mana exposure dari ekonomi digital akan tumbuh dari Rp 632 triliun menjadi Rp 4.531 triliun.
Baca juga : Menpora Sumringah Banyak Pecah Rekor Di Peparnas Papua
“Ekonomi digital akan tumbuh 800 persen dalam sembilan tahun ke depan. Terbesar, e-commerce yang akan merajai sekitar Rp 1.900 triliun. Lalu, health sekitar Rp 476 triliun dan education sekitar Rp 160 triliun,” kata Lutfi, Jumat (19/11).
Menanggapi ini, pengamat BUMN Research Group Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto mengatakan, upaya Menteri BUMN memberikan pendanaan terhadap startup lokal akan menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi nasional. Khususnya ekonomi digital.
“Saya yakin ini langkah bagus. Selama ini banyak sekali startup bagus yang justru dapat pembiayaan dari investor asing,” ujar Toto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Menurut Toto, dengan adanya dukungan kepada startup ini, menunjukkan pemerintah memiliki kepedulian dan keberpihakan terhadap pertumbuhan industri ekonomi digital nasional.
“Keberpihakan ini dapat menumbuhkan semangat dan motivasi, serta membentuk ekosistem startup lokal lebih baik. Karena sekarang ada jaminan pemerintah lewat BUMN untuk pengembangan bisnis mereka,” tutur Toto.
Meski demikian, dia mengingatkan, agar pendanaan atau investasi yang diberikan untuk startup tidak asal-asalan. Ini untuk menghindari kerugian yang mungkin timbul di kemudian hari.
Baca juga : NUVO Family Luncurkan Kampanye “Indonesia Bergerak Lawan Kuman”
“Perlu model bisnis yang lebih win-win di antara kedua pihak. BUMN juga jangan sampai investasi sembarangan, yang bisa memunculkan potensi kerugian,” imbaunya.
Toto berharap, pendanaan tersebut juga bisa diberikan kepada startup lokal yang lebih memprioritaskan pemberdayaan para petani atau nelayan. Termasuk bisnis pada sektor kreatif dan jasa intermediasi keuangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya