Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Mahfud Dan Andika Bicara Papua
Bukan Tempur, Tapi Utamakan Isi Dapur
Jumat, 26 November 2021 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa dan Menko Polhukam, Mahfud MD satu suara dalam mengatasi masalah di Papua. Mereka sepakat mengedepankan pendekatan kesejahteraan demi memenuhi kebutuhan dapur rakyat Papua, dibanding ambil strategi pertempuran.
Sepekan terakhir, Andika rajin mengunjungi para pejabat. Dalam setiap pertemuan itu, Andika selalu membahas isu Papua. Andika menawarkan gagasan terbarunya dalam menghadapi komflik yang masih sering terjadi di Bumi Cenderawasih itu.
Kemarin, Andika menemui Mahfud, di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta. Video pertemuan Andika-Mahfud dibagikan di kanal YouTube Kemenko Polhukam.
Andika tiba di kantor Mahfud bersama jajarannya menumpangi kendaraan dinas Mabes TNI. Andika disambut salam hormat oleh sejumlah pejabat Kemenko Polhukam. Sebelum menemui Mahfud, Andika sempat berdiskusi dengan para bawahan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu. Tidak berselang lama, Andika dan Mahfud saling menghampiri.
Pertemuan Mahfud-Andika begitu hangat. Saling menanyakan kondisi kesehatan masing-masing. Sesekali, celotehan Mahfud membuat Andika tertawa. Setelah pertemuan, mereka menggelar konferensi pers. Salah satunya, ya membahas Papua.
Menurut Mahfud, pendekatan di Papua secara prinsip telah dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9/2020 yang ditindaklanjuti dengan Keputusan Presiden Nomor 20/2020. Intinya, condong ke arah pembangunan kesejahteraan yang komprehensif dan sinergis.
Baca juga : Bukti Kita Mampu Tangani Pandemi
"Artinya, di Papua itu pendekatannya bukan senjata, tetapi kesejahteraan. Komprehensif meliputi semua hal. Sinergis mencakup semua lembaga terkait secara bersama-sama, bukan sendiri-sendiri," kata Mahfud.
Menteri Pertahanan era Gus Dur ini menyebut, dari sisi teknis pendekatan di Papua ialah operasi teritorial, dan bukan tempur. "Saya tadi sudah banyak diskusi. Pak Panglima sudah punya gagasan-gagasan tentang pendekatan baru itu, dan nanti akan disampaikan pada saatnya," lanjutnya.
Selain itu, terang Mahfud, pertemuan dengan Andika juga membahas tentang penanganan HAM. Terlebih, Indonesia memiliki 13 kasus pelanggaran HAM berat, seperti yang disampaikan Komnas HAM kepadanya. Sembilan dari 13 kasus merupakan peristiwa pelanggaran HAM sebelum 2000 atau sebelum lahirnya Undang-Undang tentang Peradilan HAM, empat kasus terjadi setelah 2000, dan satu kasus terjadi pada era Presiden Jokowi, yaitu kasus Paniai, Papua.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya