Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mahfud Dan Andika Bicara Papua
Bukan Tempur, Tapi Utamakan Isi Dapur
Jumat, 26 November 2021 07:25 WIB
Sebelumnya
"Itu ada yang melibatkan TNI. Melibatkan apa? Nanti yang menyangkut TNI ini Bapak Panglima akan berkoordinasi dengan kami," ucap Mahfud.
Setelah itu, Mahfud mempersilakan Andika bicara. Mantan KSAD itu mengatakan, TNI akan menggunakan dasar hukum yang telah dikeluarkan pemerintah. "Jadi, sesuai dengan yang dijelaskan oleh Bapak Menko Polhukam, saya menggunakan dasar hukum yang memang sudah dikeluarkan pemerintah," ucapnya.
Namun, Andika belum mau mengumumkan gagasan yang dia maksud. Andika akan menjelaskan gagasannya secara rinci saat berkunjung ke Papua, pekan depan. "Itu nanti secara detail akan saya jelaskan pada saat saya di Papua minggu depan," jelas menantu Hendropriyono tersebut.
Selain Andika, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman juga memberikan perhatian besar ke Papua. Mantan Pangkostrad itu tengah berkunjung ke Papua. Dia mendarat di Bandara Rendani, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Rabu (24/11).
Baca juga : Bukti Kita Mampu Tangani Pandemi
Kemarin, Dudung mendatangi Markas Kodam XVIII/Kasuari untuk bertemu dengan prajurit dan memberikan pengarahan. Dia mengingatkan para prajurit TNI agar tidak berpikir untuk membunuh teroris Papua. Mantan Pangdam Jaya itu juga mengingatkan agar prajuritnya membantu dan mencintai masyarakat Papua. Ia menjamin, TNI hadir di tengah warga Papua.
"Cintai masyarakat Papua seperti layaknya kita mencintai diri sendiri dengan segala macam keterbatasan," ucap Dudung, seperti dikutip dari keterangan resmi Penerangan Kodam Kasuari.
Baca juga : Satwa Liar Endemik Papua Dilepasliarkan Di Taman Wisata Alam Sorong
Sementara itu, peneliti Kajian Papua dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Adriana Elisabeth berharap, Pemerintah segera berkoordinasi dengan Pemda dan sejumlah elemen di Papua tentang penjabaran pendekatan isi dapur.
"Supaya dimengerti dan dapat dukungan. Proses ini penting untuk menyamakan pendapat pendekatan non-militer versi TNI dan versi masyarakat sipil," ucap Adriana, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya