Dewan Pers

Dark/Light Mode

Negara Maju Rapat Darurat Bahas Omicron

Jokowi Super Waspada

Selasa, 30 Nopember 2021 08:05 WIB
Presiden Jokowi merespons cepat kemunculan Omicron dengan memimpin langsung Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/11/2021). (Foto: Setkab)
Presiden Jokowi merespons cepat kemunculan Omicron dengan memimpin langsung Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/11/2021). (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemunculan varian Covid-19 baru dari Afrika Selatan (Afsel) yang disebut Omicron bikin panik dunia. Tak mau kecolongan seperti varian Delta, negara-negara maju pun menggelar rapat darurat membahas Omicron. Di dalam negeri, Presiden Jokowi juga super waspada. Dia meminta, jajarannya segera antisipasi virus sialan itu.

Di saat dunia mulai kembali bangkit setelah menurunnya kasus Corona Delta, kini dunia kembali terancam dengan kehadiran varian baru, Omicron. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan Omicron lebih cepat.

Untuk mengantisipasi penyebaran Omicron, WHO meminta kepada 194 negara anggotanya untuk mempercepat vaksinasi. Khususnya untuk kelompok rentan sebagai prioritas tertinggi. Mereka juga diminta memastikan adanya rencana mitigasi untuk mempertahankan layanan kesehatan.

Berita Terkait : Nataru, Dengerin Arahan Jokowi

“Omicron memiliki jumlah mutasi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Beberapa di antaranya dikhawatirkan berpotensi membawa dampak pada jalannya pandemi. Risiko global secara keseluruhan terkait adanya varian baru ini, dinilai sangat tinggi,” terang WHO, dikutip dari Reuters, kemarin.

Kondisi ini juga membuat para Menteri Kesehatan (Menkes) dari negara-negara G7 bereaksi dengan menggelar rapat darurat membahas ancaman Omicron. Mereka adalah Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS).

Inggris telah mendeteksi keberadaan Omicron di wilayahnya. Menkes Inggris, Sajid Javid mengatakan, Inggris kembali mewajibkan masker di dalam pertokoan dan saat naik transportasi umum untuk mencegah penularan. Inggris juga memperketat kedatangan pelancong luar negeri.

Berita Terkait : Segera Dibuka, Pusat Budaya Dan Bahasa Indonesia Di Republik Belarus

Bukan hanya di negara maju, di dalam negeri, Jokowi juga merespons cepat kemunculan Omicron dengan memimpin langsung Rapat Terbatas (Ratas) di Istana Negara, Jakarta, kemarin. Ratas tersebut membahas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyrakat (PPKM), Omicron, dan kesiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Jokowi meminta semua pihak tetap waspada terhadap kemunculan varian baru ini. Menurutnya, pandemi masih menjadi ancaman dunia, termasuk bagi Indonesia.

“Di beberapa negara telah muncul varian baru. Varian Omicron yang harus menambah kewaspadaan kita. Antisipasi dan mitigasi harus disiapkan sedini mungkin,” ujar Jokowi.

Berita Terkait : Catat Nih! Syarat Dapat Bantuan Bagi Usaha Pariwisata

Mantan Wali Kota Solo ini mengungkapkan, antisipasi diperlukan agar tidak mengganggu kesinambungan program reformasi struktural serta program pemulihan ekonomi nasional. Bahkan di tahun depan, pandemi masih belum bisa taklukkan, sehingga menimbulkan ketidakpastian.
 Selanjutnya