Dewan Pers

Dark/Light Mode

Menaker: Abu Dhabi Dialogue Bahas Perlindungan Pekerja Migran

Rabu, 27 Oktober 2021 14:00 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri) menghadiri pertemuan ke-6 tingkat Menteri Tenaga Kerja Anggota Negara Pengirim (Colombo Process) dan Negara Penerima Tenaga Migran (Sixth Abu Dhabi Dialogue Ministerial Consultation atau ADD) di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (26/10/2021).
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (kiri) menghadiri pertemuan ke-6 tingkat Menteri Tenaga Kerja Anggota Negara Pengirim (Colombo Process) dan Negara Penerima Tenaga Migran (Sixth Abu Dhabi Dialogue Ministerial Consultation atau ADD) di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (26/10/2021).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menghadiri pertemuan ke-6 tingkat Menteri Tenaga Kerja Anggota Negara Pengirim (Colombo Process) dan Negara Penerima Tenaga Migran (Sixth Abu Dhabi Dialogue Ministerial Consultation atau ADD) di Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (26/10/2021).

Acara yang berlangsung dari 26 dan 27 Oktober ini merupakan forum berhimpunnya 12 negara pengirim, dan enam negara-negara penerima pekerja migran, dan dua negara peninjau (observer).

Berita Terkait : Mendagri Tunjuk Suhajar Diantoro Jadi Plt Sekjen

Menurut Ida, pertemuan ADD ini merupakan momentum tepat untuk mempromosikan strategi Pemerintah Indonesia dalam melindungi dan memberdayakan para pekerja migran.

"Hal ini juga sebagai tindak lanjut arahan Presiden terkait pentingnya isu perlindungan dan pemberdayaan para pekerja migran, yang merupakan salah satu fokus utama Pemerintah Indonesia," kata Menaker, melalui siaran persnya, Selasa (26/10/2021).

Berita Terkait : Kemnaker Apresiasi Manfaat Layanan Tambahan JHT bagi Pekerja

Diketahui, forum ADD merupakan pertemuan reguler dua tahun sekali. Pada tahun ini digelar oleh Persatuan Emirat Arab (PEA) secara hybird. Dua tahun lalu, dilaksanakan forum konsultasi ADD ke-5 yang diketuai Sri Lanka. Sedangkan dua tahun mendatang akan dihelat di Pakistan.

Dalam sesi pembukaan di ADD di UEA, Ida mengusulkan empat hal yang perlu disepakati, antara negara pengirim dengan negara penerima dalam rangka mencapai migrasi yang aman dan adil.
 Selanjutnya