Dewan Pers

Dark/Light Mode

Unhan Selenggarakan IIDSS ke-5, Intens Bahas Penanganan Pandemi

Rabu, 1 Desember 2021 15:45 WIB
Rektor Unhan Laksdya TNI Prof Amarulla Octavian (Foto: Dok. Unhan)
Rektor Unhan Laksdya TNI Prof Amarulla Octavian (Foto: Dok. Unhan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Pertahanan (Unhan) menyelenggarakan Indonesia International Defense Science Seminar (IIDSS) ke-5 pada 1 dan 2 Desember 2021 secara daring. Seminar kali ini merupakan bentuk kerja sama internasional antara Unhan bersama Daniel K Inouye Asia Pacific Center for Security Studies (DKI APCSS), Amerika Serikat.

Seminar internasional dibuka secara resmi oleh Rektor Unhan Laksdya TNI Prof Amarulla Octavian, sekaligus menyampaikan paparan sebagai pembicara kunci. Direktur DKI APCSS Rear Admiral, Peter A Gumataotao, juga memberikan sambutan dan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan seminar internasional ini.

Berita Terkait : Gelar Rakerda, PSMTI Banten Bahas Kolaborasi Bangun NKRI

Tema seminar internasional adalah "Calibrating State’s Capabilities toward Effective and Integrated Approaches to Non-Military Defense Threats” dengan menghadirkan 11 pembicara internasional dari kalangan militer, akademisi, peneliti dan praktisi.

IIDSS membahas secara intens berbagai upaya untuk mengatasi pandemi Covid-19 pada skala nasional, regional dan internasional.

Berita Terkait : IKA Trisakti Gelar Rapat Kerja, Bahas Peran Alumni Bangun Almamater

Para pembicara memberikan analisa komprehensif dampak pandemi sebagai bentuk nyata ancaman non-militer yang harus ditangkal dan ditangani bersama seluruh negara di dunia. Kerja sama militer juga dapat lebih dioptimalkan untuk menyusun berbagai perangkat dan prosedur baru dalam konteks Bio-Intelligence, Bio-Security, dan Bio-Defence.
Para ilmuwan memanfaatkan IIDSS untuk memahami berbagai perspektif akademik guna merumuskan instrumen internasional untuk bersatu menghadapi ancaman non-militer tersebut.

IIDSS juga menjadi forum ilmiah untuk mengembangkan ilmu pertahanan, utamanya bagi Fakultas Kedokteran Militer dan Fakultas Farmasi Militer. Para Kadet Mahasiswa D3 dan S1 serta mahasiswa S2 dan S3 mendapat kesempatan untuk berperan sebagai steering committee dan organizing committee. Para dosen Unhan banyak mendapat pandangan ilmiah baru yang dapat dijadikan sebagai topik-topik penelitian selanjutnya.

Berita Terkait : Sinergitas Para Pihak, Kunci Keberhasilan Penanganan Banjir Kalbar

Seminar internasional dihadiri lebih dari 790 peserta dari perwakilan kementerian, intansi pemerintah, pemerintah daerah, Wantannas, Bakamla, BNPB, BNPT, Basarnas, Atase Pertahanan, lembaga pendidikan TNI dan Polri, lembaga kesehatan TNI dan Polri, kalangan akademisi dari perguruan tinggi dari dalam negeri dan luar negeri, pakar pertahanan-keamanan dan pengamat militer. [USU]