Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bilang Jadi Presiden Habiskan 8 Triliun
Emil Lempar Bola Panas
Jumat, 3 Desember 2021 07:50 WIB
Sebelumnya
Tahun depan, ia telah memutuskan untuk masuk ke partai politik. Hanya saja, belum tahu akan bersandar ke parpol mana. “Tapi warna yang mana. Apakah warna taplak yang ini, atau warna baju satpam, atau hijab merah saya belum tahu,” akunya.
Emil hanya menuturkan, akan berlabuh ke parpol yang paling Pancasilais. Sebab menurutnya Pancasila itu harga mati. Tidak boleh terlalu ke kiri, tidak boleh terlalu ke kanan. “Politik jalan tengahlah yang saya pilih. Bagi saya tengah ini ke butuhan hari ini merangkul yang terlalu kanan. Juga bisa merangkul yang terlalu kiri,” tukasnya.
Baca juga : Presiden Honduras Bikin AS dan Taiwan Deg-degan
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan, biaya untuk jadi presiden bisa lebih dari Rp 8 triliun. Karena, pemilihan presiden memerlukan dukungan popularitas yang dibangun berdasarkan proses kampanye, sehingga memerlukan biaya operasional. Baik untuk kandidat maupun untuk parpol.
Bagaimana tanggapan Parpol soal biaya pilpres?
Baca juga : Bank Mandiri Taspen Dan UGM Teken Kerja Sama
Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menilai, Rp 8 triliun untuk menjadi presiden merupakan biaya yang sangat besar. Ia meragukan sumber atau referensi yang dikutip Emil dalam pernyataannya.
Namun, Kamhar mengakui, politik biaya tinggi masih mewarnai praktik politik nasional. Hal inilah yang menjadi persoalan dan kendala utama mendorong konsolidasi demokrasi.
Baca juga : PUPR Mulai Sosialisasikan Peraturan UU Cipta Kerja Perumahan
Dia berharap, kualitas demokrasi dan dinamika politik kita semakin sehat. Semakin rasional dan efisien, tanpa money politik. “Sehingga biaya politik menjadi semakin murah dan semakin terbuka lebar kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk tampil di panggung puncak kepemimpinan nasional,” tuturnya. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya