Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sementara, pemilih Prabowo banyak terdapat di wilayah Jawa Barat (32,4 persen), Sulawesi (37,6 persen), serta Maluku & Papua (20 persen). Sedangkan Anies mendapatkan suara tertinggi di Sumatera (27,2 persen), DKI Jakarta & Banten (42 persen), dan Kalimantan (24,6 persen).
Lalu, bagaimana peluang Ganjar-Erick untuk 2024? Pengamat komunikasi politik Cecep Handoko melihat, potensinya besar.
"Erick dan Ganjar menarik. Karena keduanya punya latar belakang berbeda, baik secara primordial maupun profesi. Ganjar politisi tulen, sementara Erick seorang entrepreneur sukses," kata Cecep.
Baca juga : Ganjar-Erick Thohir Diprediksi Moncer
Faktor primordial di Pilpres 2024 nanti, kata dia, masih menjadi penentu. Maka, calon harus saling melengkapi. Ganjar dan Erick punya modal ini. Ganjar merupakan orang Jawa, sementara Erick sendiri berasal dari Sumatera, sehingga ini, nantinya akan menjadi pertimbangan bagi para pemilih.
Namun begitu, lanjutnya, 2024 masih cukup lama. Artinya, konstelasi masih mencair. Bisa jadi ada jagoan baru, terutama dari latar belakang militer. Kata dia, selain Prabowo, boleh jadi akan ada tokoh lain berlatar belakang militer yang punya kans besar maju di Pilpres.
Sementara itu, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Adi Prayitno menilai, simulasi itu hanya untuk tes pasar. Sebab, masih ada peluang duet lain yang bisa saja menggeser dominasi calon-calon yang ada selama ini.
Baca juga : Dinilai Peduli Persoalan Desa, Ganjar Diminta Jadi Pembina PPDI
"Ganjar-Erick kalau lawan Anies-Sandi bisa beda ceritanya. Sama-sama kuat," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu, dalam obrolan WhatsApp tadi malam.
Sementara, pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai, dominasi Ganjar-Erick masih sangat bergantung pada siapa yang akan dilawan dan partai mana yang akan mengusungnya.
"Kita lihat saja elektabilitas keduanya hingga akhir nanti, hingga 2024. Jika keduanya memiliki elektabilitas tinggi, ya potensial. Namun, jika elektabilitasnya stagnan atau rendah, sulit," pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya