Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jokowi: Pengaruh Kiai Dalam Sukseskan Vaksinasi Sangat Luar Biasa

Rabu, 22 Desember 2021 10:28 WIB
Presiden Jokowi dalam pembukaan peresmian Muktamar ke-34 NU di Lampung Tengah, Rabu (22/12). (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi dalam pembukaan peresmian Muktamar ke-34 NU di Lampung Tengah, Rabu (22/12). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Nahdlatul Ulama (NU) yang telah membantu pemerintah dalam menenangkan umat di masa pandemi Covid-19. Serta mengimbau masyarakat untuk menaati protokol kesehatan dan mengajak masyarakat berbondong-bondong ikut dalam program vaksinasi.

"Ini saya rasakan betul. Betapa ajakan para kiai, para ulama betul-betul berdampak pada meningkatnya keinginan masyarakat untuk ikut vaksinasi," kata Jokowi dalam peresmian pembukaan Muktamar ke-34 NU di Kabupaten Lampung Tengah, Rabu (22/12).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun mengenang masa-masa awal program vaksinasi.  Ketika, banyak daerah tak mau mengambil vaksin AstraZeneca. Padahal, saat itu, stok vaksin terbanyak adalah AstraZeneca. 

"Tapi begitu ada telepon, Pak Presiden, silakan vaksin dikirim semuanya ke Jawa Timur (Jatim), besoknya saya langsung ke Jatim. Ternyata betul. Para kiai sudah berkumpul. Semuanya mau terima vaksin itu. Kemudian, semua daerah satu per satu mau, mau, mau. Inilah pengaruh para ulama, para kiai dalam mengajak masyarakat ikut vaksinasi," ungkap Jokowi.

Berita Terkait : Syukur, Peminat Vaksinasi Anak Semakin Meningkat

"Kita tahu di bulan Juli, tepatnya 15 Juli, kita berada dalam situasi yang sangat mencekam. Ngeri saya ceritanya. Semua rumah sakit di Jawa Bali penuh. Oksigen kurang. Obat habis, kekurangan. Kasus harian saat itu 56 ribu. Sehingga, rumah sakit tidak cukup menampung. Di lorong-lorong rumah sakit, pasien Covid antre masuk ICU. Alhamdulillah, berkat dukungan NU, kemarin  jumlah kasusnya alhamdulillah, alhamdulillah hanya 216 di seluruh Tanah Air. Kalau kita memiliki 514 kabupaten/kota, artinya di setiap kabupaten/kota, kita hanya punya setengah kasus," beber Jokowi.

Untuk vaksinasi, Jokowi menjelaskan, sampai hari ini pemerintah telah menyuntikkan 263 juta dosis vaksin kepada masyarakat.  

"Bapak kiai bisa membayangkan, menyuntikkan 263 juta vaksin adalah pekerjaan yang sangat rumit, kompleks. Belum membawa vaksinnya ke tempat-tempat yang sangat sulit di atas gunung, ke pulau-pulau kecil dengan membawa perahu, naik sepeda motor, membawa box untuk pendingin vaksin. Sekali lagi alhamdulillah, kita sudah mencapai 263 juta. 73,9 persen dosis pertama dan 51,8 persen dosis kedua. Kita harapkan, dosis kedua bisa segera mencapai 70 persen agar Covid tidak menyebar ke mana-mana," tutur Jokowi.

Sementara vaksinasi Covid untuk anak usia 6-11 tahun yang digelar sejak 14 Desember lalu, angkanya sudah tembus 1 juta. Jokowi menyebut, capaian tersebut sudah sangat bagus sekali. 

Berita Terkait : Jokowi Dan Kiai Maruf Bakal Hadiri Pembukaan Muktamar NU

Namun, Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Sebab saat ini, muncul varian baru Covid bernama Omicron. Total kasus Omicron di dunia kini telah mencapai angka 83 ribu, dan virusnya telah masuk ke Indonesia juga telah masuk.

"Sekali lagi, saya sangat mengapresiasi penerapan protokol kesehatan yang didampingi Satgas Covid dalam Muktamar ini. Insya Allah, kita semua kembali ke daerah masing-masing dalam keadaan sehat," tandas Jokowi. [HES]

 

 

Berita Terkait : Edukasi, Kunci Sukses Vaksinasi Pada Anak