Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Tapi saat ini belum diketahui pasti, seberapa cepat tingkat penularan Omicron. Ada yang bilang penularannya tiga, lima, bahkan hingga 10 kali lebih cepat ketimbang varian Delta. “Buktinya belum sepenuhnya lengkap, tapi memang lebih cepat menular,” ucapnya.
Soal tingkat keparahan, Tjandra mengingatkan agar tak menganggap remeh varian Omicron ini. Meski relatif hanya bergejala ringan, tapi bukan berarti varian ini tidak bisa menyebabkan kematian.
Baca juga : Prof Tjandra: Banyak Hal Yang Masih Diteliti, Jangan Remehkan Varian Omicron
Saat ini, kebanyakan, yang terinfeksi adalah orang berusia muda, yang daya tahan tubuhnya relatif kuat. “Tidak tahu kalau nanti yang kena sudah orang tua, lansia, apalagi komorbid. Bukan tidak mungkin situasinya berubah,” ingat mantan Direktur World Health Organization (WHO) Asia Tenggara ini.
Diingatkannya juga, meski dilaporkan gejalanya ringan, pasien Omicron yang meninggal, dilaporkan meningkat di Inggris, Amerika Serikat, dan Israel. “Jadi kita tidak bisa bilang bahwa ini (Omicron) akan ringan semuanya. Kita tunggulah sampai beberapa waktu untuk tahu bahwa ini berapa besar ringan berapa besar berat. Sehingga kesimpulan bisa diambil secara lebih jelas,” tutur Tjandra.
Baca juga : BPIP Ajak Warga Tingkatkan Solidaritas Tangani Virus Omicorn
Omicron juga tak menunjukkan gejala spesifik. Gejalanya, hampir sama seperti varian lain. Gejala utamanya, gangguan di saluran pernapasan. Dan belakangan, kata dia, sudah ada keluhan gangguan di saluran cerna. Karena itu, butuh pemeriksaan untuk memastikannya.
“Belum ada gejala-gejala yang pasti mengatakan bahwa ini Omicron atau tidak. Harus dilakukan pemeriksaan untuk tahu pastinya sebenarnya,” tuturnya. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya