Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gus Yahya: Kalau Ada Yang Patut Dipuji, Dialah Kiai Said...

Jumat, 24 Desember 2021 12:44 WIB
Gus Yahya (kanan) dan KH Said Aqil Siradj usai pemilihan Ketua Umum PBNU di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Jumat (24/12). (Foto: ANTARA)
Gus Yahya (kanan) dan KH Said Aqil Siradj usai pemilihan Ketua Umum PBNU di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Jumat (24/12). (Foto: ANTARA)

RM.id  Rakyat Merdeka - KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengucapkan terima kasih kepada KH Said Aqil Siroj selaku guru yang mendidik, menggembleng, dan membesarkannya usai memenangi Pemilihan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Yang paling awal, saya haturkan terima kasih kepada guru saya, yang mendidik saya, menggembleng, dan menguji saya. Tetapi juga membuka jalan untuk saya dan membesarkan saya, yaitu Prof Dr KH Said Aqil Siroj," kata Gus Yahya di Bandarlampung, seperti dikutip ANTARA, Jumat (24/12). 

Ia mengaku tak tahu, apakah dirinya cukup umur untuk membalas jasa-jasa Kiai Said selama ini. Keberhasilan ini  kata Gus Yahya, adalah keberhasilan yang Kiai Said.

"Kalau ada yang patut dipuji, Kiai Said-lah yang harus dipuji," kata Gus Yahya.

Berita Terkait : Awas, Kecurangan Pemilu Di Area TPS Kelapa Sawit

Dia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah bekerja keras untuk menyukseskan Muktamar Ke-34 NU. Baik itu jajaran panitia, Ansor, Fatayat, IPNU, PBNU, dan para pemimpin persidangan.

"Terima kasih kepada para muktamirin pengurus wilayah dan cabang di seluruh Indonesia, yang telah menerima lamaran kerja saya. Terima kasih atas persetujuan dan kesepakatan bahwa kita akan bekerja bersama-sama sesudah ini," ujarnya.

Gus Yahya berharap, niat baik ini sungguh dilihat oleh Allah SWT sebagai layak dan patut untuk dilimpahi berkah dan pertolongannya. Sehingga, NU dapat terus melangkah maju untuk mengejar cita-cita luhur yang mulia baik bagi NU, bangsa, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan peradaban umat manusia.

"Laa haula wala quwwata illa billah" kata dia.

Berita Terkait : Gus Yahya, Sang Anak Perubahan

Gus Yahya juga mengungkap rasa syukurnya, karena telah diberi kesempatan untuk menikmati suasana muktamar untuk ke-34 kalinya.

"Muktamar kali ini penuh dinamika, yang kadang-kadang membuat orang di luar sana mungkin ketar-ketir. Tapi nyatanya begitu dinikmati oleh siapa pun yang terlibat  Ternyata sedemikian nikmatnya, sehingga mampu membuat kita semua terjaga lebih dari 24 jam," tutur Gus Yahya.

"Karena saking nikmatnya, ini adalah salah satu nikmat NU dari generasi ke generasi, bahwa muktamar itu sendiri sumber barokah bagi NU," imbuhnya.

KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2026 setelah unggul dari petahana KH Said Aqil Siroj, dalam Pemilihan Ketua Umum PBNU yang dilaksanakan pada Muktamar Ke-34 NU di Lampung.

Berita Terkait : Rusia Ogah Niru AS Yang Hobi Jatuhkan Sanksi

Gus Yahya meraih 337 suara, sementara Kiai Said Aqil memperoleh suara 210 dari total 548 suara yang masuk. Satu suara absen. [HES]