Dewan Pers

Dark/Light Mode

Masa Inkubasi Omicron Lebih Singkat, Bagaimana Faktanya?

Sabtu, 25 Desember 2021 21:39 WIB
Ilustrasi Omicron, varian terkini dari Covid-19 (Foto: Net)
Ilustrasi Omicron, varian terkini dari Covid-19 (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak hal yang masih belum diketahui dari varian Covid terbaru bernama Omicron. Penelitian terkait varian tersebut masih terus berlanjut.

Riset teranyar dari Norwegia menyebutkan, Omicron memiliki masa inkubasi yang lebih singkat dibanding varian Covid lainnya.

Masa inkubasi adalah periode waktu sejak pertama kali terinfeksi (exposure) hingga munculnya gejala (symptoms).

Berita Terkait : Ibu Iriana Tinjau Vaksinasi Anak Hingga Bagikan Sembako

Terkait hal ini, Kandidat PhD dari Kobe University dr. Adam Prabata menyebut, rata-rata masa inkubasi varian Covid mencapai 4-5 hari. Bahkan, bisa mencapai 14 hari.

"Kasus terbanyak pasca pesta di Norwegia, terdeteksi pada hari ke-3 setelah acara. Sementara varian Delta, memiliki masa inkubasi 4,3 hari. Sedangkan varian lainnya, 5 hari," jelas dr. Adam via laman Instagramnya.

Dengan masa inkubasi yang lebih singkat, Omicron dapat membuat orang lebih cepat bergejala bila terinfeksi. Sehingga, penularan Covid lebih cepat terjadi dan lebih sulit dikontrol.

Berita Terkait : Melalui Karantina, Yang Kena Covid-19 Langsung Ditangani

"Karena itu, perlu ada perubahan strategi periode tes PCR dan antigen," jelas dr. Adam.

Menurutnya, penelitian di Norwegia tak bisa jadi patokan soal masa inkubasi Omicron. Sebab riset tersebut hanya di satu negara dan melibatkan sedikit orang.

Selain itu, masa inkubasi juga dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Antara lain status vaksinasi, kondisi kesehatan, riwayat infeksi, usia, dan jumlah virus yang masuk. [HES]