Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasar Antisipasi Omicron, Rupiah Meroket

Kamis, 9 Desember 2021 09:48 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat tinggi 0,26 persen ke level Rp 14.319 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.357 per dolar AS.

Mayoritas mata uang Asia turut menguat terhadap dolar AS. Baht Thailand naik 0,31 persen, ringgit Malaysia menguat 0,2 persen, won Korea Selatan melesat 0,16 persen, peso Filipina naik 0,11 persen, dan dolar Singapura menguat 0,01 persen.

Berita Terkait : Dinkes DKI Pastikan, Omicron Belum Masuk Jakarta

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, menurun 0,4 persen menjadi 95,854. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,39 persen ke level Rp 16.915, terhadap poundsterling Inggris juga naik 0,29 persen ke level Rp 18.863, dan terhadap dolar Australia menguat 0,49 persen ke level Rp 10.233.

Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, penguatan rupiah masih didorong utamanya karena  antisipasi pasar terhadap penyebaran Covid-19 varian Omicron dan rencana pengurangan likuiditas (tapering) bank sentral AS, The Federal Reserve.

Berita Terkait : KSP: Berita 4 Orang Kena Omicron Di Bekasi 100 Persen Hoax

Menurutnya, pasar mungkin juga akan memperhatikan kenaikan kembali yield obligasi pemerintah AS. 

“Kenaikan imbal hasil surat utang tersebut bisa mempercepat implementasi tapering oleh The Fed. Selanjutnya, kenaikan yield biasanya berimbas pada penguatan dolar AS terhadap mata uang lain,” ucap Ariston, di Jakarta, Kamis (9/12).

Berita Terkait : Sentimen Omicron Mereda, Rupiah Dibuka Joss

Ia pun memproyeksi, sepanjang hari ini rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp 14.320 sampai Rp 14.380 per dolar AS. [DWI]