Dewan Pers

Dark/Light Mode

Survei Bukan Acuan Utama

Jalan Anies Masih Lapang

Minggu, 26 Desember 2021 07:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Facebook)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yakin Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan punya peluang besar mengalahkan sejumlah tokoh yang masuk dalam bursa Calon Presiden 2024.

Tinggi dan rendahnya elektabilitas yang diumumkan sejumlah lembaga survei belakangan ini tidak bisa dijadikan acuan utama. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, Mardani Ali Sera meyakini, elektabilitas Anies dan sejumlah capres lainnya belum final sampai dengan 2024 mendatang.

Berita Terkait : Menteri Basuki Ingin Jalan Bypass BIL- Mandalika Dihijaukan

“Kalau saat ini ya wajar ya. Kolamnya Mas Anies masih berbagi dengan banyak tokoh lainnya. Ada Pak Prabowo, Kang Ridwan Kamil, dan lainnya. Kalau Mas Ganjar kan mewarisi kolam Pak Jokowi dan masih sendirian,” kata Mardani kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Karena itu, anggota Komisi II DPR itu yakin, Anies tidak bakalan kehilangan momentum usai meletakkan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta Oktober 2022. “Justru semakin bagus. Dan ini ujian sebenarnya bagi Mas Anies. Saya yakin beliau punya kapasitas untuk tetap tampil. Kalau masih bertahan, artinya memang bagus,” ucapnya.

Berita Terkait : Rukita Berikan Hunian Gratis Kepada Milenial Aktivis Sosial

Bahkan, setelah pensiun dari Gubernur DKI, Mardani tidak ragu, prestasi Anies yang berhasil membangun Jakarta akan mendongkrak elektabilitasnya, dan mengantongi tiket dan berlaga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“PKS juga menilai Mas Anies salah satu gubernur berprestasi. Namun keputusan resmi kami, terkait koalisi, masih menunggu dinamika perpolitikan ke depan,” sebutnya.

Berita Terkait : KPK Terima Dengan Lapang

Untuk diketahui, PKS merupakan salah satu partai pendukung Anies saat Pilkada DKI Jakarta 2017. Bukan tidak mungkin, dukungan tersebut bisa berlanjut ke Pilkada 2022 atau Pemilu 2024. Semua masih cair dan tergantung perkembangan politik ke depan.
 Selanjutnya