Dewan Pers

Dark/Light Mode

Romo Benny Kenang Gus Dur Sebagai Pejuang Kemanusian

Kamis, 30 Desember 2021 21:48 WIB
Forum “Testimoni dan Doa Bersama untuk Gusdur” yang diadakan secara hybrid oleh POSNU, Kabardamai, PKPMI, ICRP, dan Perkumpulan AMERTA, hari Kamis (30/12/2021)
Forum “Testimoni dan Doa Bersama untuk Gusdur” yang diadakan secara hybrid oleh POSNU, Kabardamai, PKPMI, ICRP, dan Perkumpulan AMERTA, hari Kamis (30/12/2021)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden keempat Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah sang pejuang kemanusiaan yang patut diteladani oleh bangsa Indonesia. 

Hal ini disampaikan oleh Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo dalam forum “Testimoni dan Doa Bersama untuk Gusdur” yang diadakan secara hybrid  oleh Posnu, Kabardamai, PKPMI, ICRP, dan Perkumpulan Amerta , Kamis (30/12). 

“Saya berjumpa dengan Gus Dur pada tahun 1996, di mana terjadi pembakaran gereja di Situbondo, dan dikenalkan oleh Almarhum Romo Mangun. Gus Dur selalu menjaga totalitas perdamaian dan berusaha bagaimana konflik agama tidak terjadi dan menyebar luas,” ujarnya. 

Antonius Benny Susetyo, yang akrab disapa Romo  Benny ini menyatakan, bahwa Gus Dur memberikan contoh-contoh hidup tanpa kekerasan dan penuh kedamaian. 

Berita Terkait : Kenaikan Harga Pupuk Bebani Petani Sawit

“Indonesia harus menjaga keragaman dan kemajemukan sehingga terjadi perdamaian,” imbuhnya. 

Dia pun memberikan pernyataan bahwa upaya Gus Dur menjaga perdamaian adalah dengan hidup menjaga konstitusi bangsa dan negara Indonesia. 

“Gus Dur selalu menjaga setiap hak dan kewajiban warga negara. Memperjuangkan Hak Asasi Manusia dan selalu tanpa kekerasan. Saat lengser pun, (Gus Dur) tidak mau memakai kekerasan,” jelasnya. 

Inti dari perjuangan Gus Dur, menurut Benny, adalah pelayanan. 

Berita Terkait : Kemendagri Desak Pemda Segera Lantik Pejabat Fungsional

“Kekuasaan yang dimiliki adalah menjadi pelayanan bagi kemanusiaan. Politik pun menjadi politik hati nurani, bukan kekuasaan. Dan kekuasaan untuk pelayanan. Itulah Gus Dur,” ujarnya. 

Ia mengaku, kehilangan seorang pejuang hak asasi manusia dan seorang yang dapat teladani; beriman karena memperjuangkan kemanusiaan. “Menurut Gus Dur, mencintai Tuhan berarti mencintai sesama manusia,” kata  Benny. 

Benny pun menekankan, bahwa Gus Dur adalah Bapak Demokrasi Indonesia, serta mengajak bangsa Indonesia untuk mengenangnya dengan tetap melakukan gerakan kemanusiaan, persaudaraan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. 

“Pancasila adalah sumber dari segala sumber yang menyatukan kita. Lewat guyonan, (Gus Dur) selalu mengingatkan, saat beriman, maka agama itu nyaman satu dengan yang lain. Dengan guyonan, kita bisa memanusiakan satu dengan yang lain,” katanya.  

Berita Terkait : Menperin Targetkan Tahun Depan Pertumbuhan Industri 5 Persen

Benny pun menutup sesinya dengan mengajak seluruh peserta dan bangsa Indonesia untuk meneladani Gus Dur sang pejuang kemanusiaan. 

“Semoga kita semua meneladani Gus Dur, meneladani pejuang, dengan menegakkan konstitusi dan Pancasila sebagai hukum tertinggi di Indonesia,” tutupnya. [MFA]