Dewan Pers

Dark/Light Mode

IDAI Izinkan PTM 100 Persen, Asal Penuhi Syarat Ini...

Minggu, 2 Januari 2022 20:35 WIB
Ilustrasi aktivitas pembelajaran tatap muka di level SD. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Ilustrasi aktivitas pembelajaran tatap muka di level SD. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan rekomendasi Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid, yang dimutakhirkan pada 2 Januari 2021.

Rekomendasi ini diterbitkan dengan mempertimbangkan fakta telah ditemukannya kasus varian Covid Omicron di Indonesia. Serta data di negara lain seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa dan Afrika terkait peningkatan kasus COVID-19 pada anak dalam beberapa minggu terakhir.

Sebagian besar kasus anak yang sakit adalah anak yang belum mendapat imunisasi Covid-19.

Berikut rekomendasi lengkap yang ditandatangani Ketua IDAI dr. Piprim Basarah Yanuarso dan Sekretaris Umum Dr. Hikari Ambara Sjakti Sp.A (K):

1. Untuk membuka pembelajaran tatap muka, 100 persen guru dan petugas sekolah harus sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

2. Anak yang dapat masuk sekolah adalah anak yang sudah dimunisasi Covid-19 lengkap 2 kali dan tanpa komorbid

Berita Terkait : Dishub DKI Klaim Tak Ada Kluster Covid-19 Di Transportasi Umum

3. Sekolah tetap harus patuh pada protokol kesehatan terutama fokus pada:

a. Penggunaan masker wajib untuk semua orang yang ada di lingkungan sekolah.

b. ketersediaan fasilitas cuci tangan.

c. Menjaga jarak.

d. Tidak makan bersamaan.

e Memastikan sirkulasi udara terjaga.

Berita Terkait : Akhirnya, Kasus Penularan Lokal Omicron Ditemukan

f. Mengaktifkan sistem penapisan aktif per harinya untuk anak, guru, petugas sekolah dan keluarganya yang memiliki gejala suspek Covid-19.

4. Untuk kategori anak usia 12-18 tahun:

a. Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan 100 persen dalam kondisi berikut:

i. Tidak adanya peningkatan kasus Covid-19 di daerah tersebut.

ii. Tidak adanya transmisi lokal Omicron di daerah tersebut.

b. Pembelajaran tatap muka dapat dilakukan metode hybrid (50 persen luring, 50 persen daring) dalam kondisi berikut:

Berita Terkait : Pastikan Tak Ada Lonjakan Covid 19 Pasca Nataru, Kapolri Cek Prokes di Tempat Wisata

i. Masih ditemukan kasus Covid-19, namun positivity rate di bawah 8 persen.

ii. Ditemukan transmisi lokal Omicron, yang masih dapat dikendalikan.

iii. Anak, guru, dan petugas sekolah sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 100 persen.
 Selanjutnya