Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Dukung Langkah Penyatuan Organisasi KNPI

Selasa, 4 Januari 2022 09:17 WIB
Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ketiga kiri) saat menerima silaturrahmi para pihak KNPI untuk bertemu di kantor kementerian Sekretaris Kabinet pada Senin, (3/1/2022). (IST)
Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ketiga kiri) saat menerima silaturrahmi para pihak KNPI untuk bertemu di kantor kementerian Sekretaris Kabinet pada Senin, (3/1/2022). (IST)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah siap mendukung penyatuan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang di inisisasi oleh beberapa Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).

Diantaranya, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik dan Gerakan Pemuda Ansor NU, beserta perwakilan dari para pihak KNPI.

Bentuk nyata dukungan Pemerintah terhadap penyatuan KNPI disampaikan oleh Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat menerima silaturrahmi para pihak KNPI untuk bertemu di kantor kementerian Sekretaris Kabinet pada Senin, (3/1/2022).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum KNPI Noer Fajrieansyah, Ketua Umum KNPI Raden Andreas Nandiwardhana dan Plt. Ketua umum KNPI Mustahuddin.

Berita Terkait : Gandeng JakLingko Cs, Grab Perkuat Layanan Transportasi Jakarta

Pertemuan ini diinisiasi oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Sidarto Danusubroto yang didampingi oleh para inisiator lainnya, yaitu Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto, Ketua Umum Pemuda Katholik Stefanus Asaat Gusma dan Pengurus Pusat GP Ansor NU Faisal Saimima.

Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemerintah siap mendukung dan memberikan apresiasi kepada semua pihak KNPI dan OKP yang sudah berupaya untuk mencari solusi penyatuan KNPI, dan meminta semua pihak untuk berbesar hati demi Pemuda Indonesia yang lebih baik.

Menteri Sekretaris Kabinet juga akan menyampaikan hasil pertemuan tersebut kepada Presiden Joko Widodo terkait upaya-upaya yang telah dilakukan oleh para pihak KNPI dan para pimpinan OKP terkait dengan penyatuan KNPI.

“Kami dari Pemerintah Indonesia sangat mengapresiasi langkah para pihak KNPI dan OKP yang telah berbesar hati untuk berupaya agar KNPI dan Pemuda kembali bersatu demi kebaikan dan kemajuan Pemuda Indonesia kedepan," ujarnya.

Berita Terkait : Bulog Pengen Terlibat Stabilkan Harga Migor

Cak Nanto, selaku Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah menyampaikan bahwa seharusnya penyatuan KNPI ini menjadi kesadaran bersama dari para pihak KNPI, dan para pimpinan OKP agar terwujudnya satu KNPI dan bersatunya pemuda Indonesia.

“Saatnya Pemuda Indonesia bersatu dan jangan sampai perpecahan ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” tegas Sunanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (4/1).

Demikian juga disampaikan oleh Ketua Umum Pemuda Katolik Stefanus Asaat Gusma. Gusma meminta komitmen seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda untuk menjaga marwah organisasi KNPI sebagai wadah berhimpun bagi seluruh organisasi kepemudaan lintas agama, lintas profesi, lintas suku dan lintas partai.

“Selaku pemuda, Komitmen menjaga persatuan pemuda harus selalu kita perkuat, karena Persatuan dan pembangunan sumberdaya pemuda adalah kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan bonus demografi Indonesia kedepan,” tandas Gusma.

Berita Terkait : Gandeng JakLingko, Grab Perkuat Layanan Transportasi di Jabodetabek

Ketua Pengurus Pusat GP Ansor Faisal Saimima juga meminta Pemerintah turun tangan langsung dalam upaya menyatukan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan dirinya KNPI.

“Langkah penyatuan KNPI sudah mendesak, pemerintah harus tegas dan bersikap dalam proses penyatuan KNPI. Tahun 2022 ini momentum pas untuk pemerintah melakukan penyatuan KNPI,” pungkasnya. [EDY]