Dewan Pers

Dark/Light Mode

Marak Artis Asuh Boneka Arwah, KPAI Buka Suara

Selasa, 11 Januari 2022 10:17 WIB
Ilustrasi boneka arwah. (Foto: ist)
Ilustrasi boneka arwah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, angkat bicara terkait maraknya boneka arwah di kalangan selebritis Tanah Air. Jasra meminta, publik figur juga membantu pemerintah mempopulerkan ajakan foster care anak. 

Dia menilai, fenomena adopsi boneka arwah merupakan bagian perubahan perilaku masyarakat yang jumud dengan pandemi Covid-19. “Meski secara materi dan aktifitas terpenuhi, manusia tetap tidak ingin kehilangan makna dan batin. Artinya boneka arwah dapat mengisi hal tersebut," kata Jasra, dalam keterangannya, Selasa (11/1). 

Berita Terkait : Tanam Ribuan Pohon, KAI Hijaukan Stasiun Dan Perkantoran

Hal ini menjadi tantangan pemerintah untuk gencar mempublikasi kondisi anak-anak terlantar.  Jangan sampai kalah populer dengan pengangkatan anak boneka arwah. “Para pemilik boneka arwah, perlu menjadi bagian gerakan pemerintah dalam menyiapkan orang tua pengganti. Karena manfaatnya sangat banyak," ujar dia. 

Pada 2020, pemerintah mencatat terdapat 67.368 data anak terlantar di Indonesia. Data itu pun terus bertambah dengan kasus bayi dibuang atau terlantar. “Belum lagi ribuan lembaga asuhan dan lembaga serupa pengasuhan yang tidak terdaftar di pemerintah yang mengasuh anak terlantar," ungkap Jasra. 

Berita Terkait : Anak Usaha AP l Buka Rute Makassar-Singapura

Begitupun anak-anak yang mendadak kehilangan orang tua selama pandemi Covid-19 mencapai 30.766 anak. "Belum semua mendapatkan intervensi yang terus menerus, dan pemerintah mencari para calon orang tua pengganti agar mendapatkan solusi yang lebih permanen,” ucap tokoh Muhammadiyah itu. 

Mereka butuh kehadiran orang tua agar dapat perhatian penuh dalam tumbuh kembangnya. Karena Jasra meyakini anak-anak yang terlepas dari keluarga bisa berkembang baik bila pengasuh penggantinya menerapkan sistem keluarga. 

Berita Terkait : Partai Perindo Rilis Konvensi Rakyat Akhir Bulan

"Sebagai negara yang harus ramah terhadap alam, ancaman bencana selalu menjadi teman kehidupan di Indonesia. Seringkali dalam setiap peristiwa baik bencana, konflik, sosial meninggalkan anak anak yang kehilangan figur pengasuhnya,” tutup dia. [UMM]