Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jasra Putra, angkat bicara terkait maraknya boneka arwah di kalangan selebritis Tanah Air. Jasra meminta, publik figur juga membantu pemerintah mempopulerkan ajakan foster care anak.
Dia menilai, fenomena adopsi boneka arwah merupakan bagian perubahan perilaku masyarakat yang jumud dengan pandemi Covid-19. “Meski secara materi dan aktifitas terpenuhi, manusia tetap tidak ingin kehilangan makna dan batin. Artinya boneka arwah dapat mengisi hal tersebut," kata Jasra, dalam keterangannya, Selasa (11/1).
Baca juga : Tanam Ribuan Pohon, KAI Hijaukan Stasiun Dan Perkantoran
Hal ini menjadi tantangan pemerintah untuk gencar mempublikasi kondisi anak-anak terlantar. Jangan sampai kalah populer dengan pengangkatan anak boneka arwah. “Para pemilik boneka arwah, perlu menjadi bagian gerakan pemerintah dalam menyiapkan orang tua pengganti. Karena manfaatnya sangat banyak," ujar dia.
Pada 2020, pemerintah mencatat terdapat 67.368 data anak terlantar di Indonesia. Data itu pun terus bertambah dengan kasus bayi dibuang atau terlantar. “Belum lagi ribuan lembaga asuhan dan lembaga serupa pengasuhan yang tidak terdaftar di pemerintah yang mengasuh anak terlantar," ungkap Jasra.
Baca juga : Anak Usaha AP l Buka Rute Makassar-Singapura
Begitupun anak-anak yang mendadak kehilangan orang tua selama pandemi Covid-19 mencapai 30.766 anak. "Belum semua mendapatkan intervensi yang terus menerus, dan pemerintah mencari para calon orang tua pengganti agar mendapatkan solusi yang lebih permanen,” ucap tokoh Muhammadiyah itu.
Mereka butuh kehadiran orang tua agar dapat perhatian penuh dalam tumbuh kembangnya. Karena Jasra meyakini anak-anak yang terlepas dari keluarga bisa berkembang baik bila pengasuh penggantinya menerapkan sistem keluarga.
Baca juga : Partai Perindo Rilis Konvensi Rakyat Akhir Bulan
"Sebagai negara yang harus ramah terhadap alam, ancaman bencana selalu menjadi teman kehidupan di Indonesia. Seringkali dalam setiap peristiwa baik bencana, konflik, sosial meninggalkan anak anak yang kehilangan figur pengasuhnya,” tutup dia. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya