Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wapres Ingin Pembangunan Hunian Sementara Korban Semeru Dipercepat

Sabtu, 15 Januari 2022 10:31 WIB
Wapres Maruf Amin meninjau lokasi  pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, Jumat (14/1). 
Wapres Maruf Amin meninjau lokasi  pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, Jumat (14/1). 

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akan mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban terdampak erupsi Gunung Semeru menjadi Hunian Tetap (huntap).

Wakil Presiden (Wapres), Maruf Amin mengatakan, bahwa proses pembangunan huntara ini ke depan akan dilanjutkan dengan hunian tetap (huntap). Ia minta pembangunan hunian  ini dipercepat.

Berita Terkait : Asosiasi Pengembang Minta Pemerintah Selesaikan Sejumlah Kendala Sektor Perumahan

“Untuk itu, agar segera dipercepat pembangunannya, agar pengungsi secepatnya dapat menghuni,” kata Wapres meninjau lokasi  pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur, Jumat (14/1). 

Dalam sambutannya, Wapres memastikan masyarakat bisa menghuni huntara sebelum Idulfitri. 

Berita Terkait : Ini Alasan Pengusaha Minta Pemilu Ditunda

“Sekarang bapak ibu tenang, Insyaallah di hunian sementara kemudian bisa di hunian tetap. Insya allah Lebaran sudah bisa menghuni,” terangnya.

Diketahui, sebanyak 1.951 unit huntara/huntap yang akan dibangun dilahan Perhutani dengan luas 81,55 hektar. Saat ini, sudah ada satu unit rumah contoh yang diharapkan dapat menjadi acuan untuk standar pembangunan huntara. 

Berita Terkait : BRINS Pasok Bantuan Buat Korban Banjir Dan Longsor Di Jayapura

Pembangunan huntara ditargetkan selesai dalam satu bulan, sedangkan pembangunan huntap yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR ditargetkan selesai sebelum fase transisi darurat berakhir atau pada 24 Maret 2022.

Adapun fasilitas berupa kamar tidur, ruang keluarga, kamar mandi. Huntara tersebut dibangun melalui prakarsa dari para donatur dan lembaga swadaya masyarakat. Sedangkan untuk huntap dibangun Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV Kementerian PUPR dengan Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) berukuran 6 m x 6 m dibangun pada tanah seluas 10x14 meter untuk setiap Kepala Keluarga (KK). [MFA]