Dark/Light Mode

Tagar PercumaLaporPolisi Hilang, Tagar PercumaLaporKPK Muncul

Minggu, 16 Januari 2022 07:30 WIB
Ilustrasi tagar PercumaLaporKPK tranding di medsos. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi tagar PercumaLaporKPK tranding di medsos. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
#PercumaLaporKPK,” kata @mylovelyb1e. “Ikutan #PercumaLaporKPK. Lambungkan #DukungUbaidilahBadrun,” timpal @Jawus7.

Akun @wardi_amri berharap KPK bekerja maksimal dalam memberantas korupsi. “Jangan sampai prasangka buruk terhadap KPK selama ini jadi terbukti #PercumaLaporKPK,” doanya. “Ingat jangan sampai KPK masuk angin, lalu #PercumaLaporKPK,” cetus @bejonovski.

“Lapor Polisi percuma, lapor KPK dipolisikin, terus kita lapor sama siapa ??? #PercumaLaporKPK,” cuit YulieReborn.

Baca juga : Marah, Kapolda Metro Jaya Minta Polisi Yang Tolak Laporan Warga Dimutasi

Apa tanggapan KPK? Hingga kemarin, belum ada tanggapan resmi dari lembaga anti rasuah itu terkait hastag yang viral di Twitter. Namun, soal laporan Ubedillah, KPK sudah berkali-kali menegaskan sikapnya.

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron menekankan pihaknya akan bertindak profesional menyikapi setiap laporan.

“Sekali lagi begini, KPK akan menerima dari siapapun terhadap laporan dan pengaduan dari masyarakat, baik pelapornya siapapun dan juga terlapornya siapa pun. KPK tidak melihat anak siapa, tidak melihat bapaknya siapa,” jelas Ghufron, Selasa (11/1).

Baca juga : Gelar Kompetisi Mini MBA, NJIS Cetak Pengusaha Muda Unggul

Seperti diketahui, sebelum muncul hastag yang menyerang KPK, pihak kepolisian sudah lebih dulu merasakan. Bahkan di Twitter, berkali-kali muncul #PercumaLaporPolisi. Biasanya, hastag itu muncul bila ada berita bahwa ada oknum kepolisan yang mengabaikan laporan dari masyarakat.

Bahkan, Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo sampai beberapa kali turun tangan menyikapi hastag yang kerap muncul di medsos. Sigit mewanti-wanti anak buahnya untuk bekerja profesional.

“Pertahankan, Polri tidak anti-kritik, tapi kita akan terus berbenah menjadi organisasi yang modern dan organisasi yang selalu berubah menjadi organisasi yang lebih baik,” ucap Sigit, Rabu (29/12). [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.