Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tutup Celah Modus Kejahatan Keuangan
Jokowi Minta OJK Tak Kendor Awasi Investasi
Jumat, 21 Januari 2022 06:40 WIB
Sebelumnya
Bukan hanya penegakan pengawasan, Wimboh juga telah menyiapkan lima kebijakan prioritas di sektor jasa keuangan tahun ini.
Pertama, meningkatkan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Hal itu diwujudkan dengan memprioritaskan sektor-sektor yang membutuhkan dukungan untuk percepatan pemulihan melalui insentif, sesuai prioritas Pemerintah. Termasuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dari hulu sampai hilir, serta stimulus lanjutan untuk mendorong kredit kepada sektor properti.
Baca juga : Waspada Lonjakan Omicron, Jokowi Minta Masyarakat Kurangi Mobilitas
Kedua, mempersiapkan sektor keuangan dalam menghadapi normalisasi kebijakan di negara maju dan domestik.
Ketiga, menyusun skema pembiayaan yang berkelanjutan di industri jasa keuangan untuk mendukung pengembangan ekonomi baru, dengan prioritas pengembangan ekonomi hijau.
Antara lain, pendirian bursa karbon dan penerbitan Taksonomi Hijau 1.0. OJK bersama SRO (Bursa Efek Indonesia, Kustodian Sentral Efek Indonesia, dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia) serta Pemerintah, sedang mengakselerasi kerangka pengaturan bursa karbon di Indonesia.
Baca juga : Ingat, Covid Tidak Kenal Kasta...
“Taksonomi Hijau disusun dengan mengkaji 2.733 klasifikasi sektor dan subsektor ekonomi. 919 di antaranya telah dikonfirmasi oleh kementerian terkait,” tutur Wimboh.
Hal ini menjadikan Indonesia salah satu negara di dunia yang telah memiliki standar nasional sektor ekonomi hijau seperti China, Uni Eropa dan ASEAN.
Keempat, memperluas akses keuangan kepada masyarakat. Khususnya UMKM untuk mencapai target penyaluran kredit sebesar 30 persen pada tahun 2024.
Baca juga : Penanganan Pergerakan Transportasi Lancar, Prokes Ketat
Kelima, memperkuat kebijakan transformasi digital di sektor jasa keuangan agar sejalan dengan pengembangan ekosistem ekonomi digital.
Caranya, meningkatkan akses masyarakat ke produk dan jasa keuangan dengan harga yang lebih murah, kualitas yang lebih baik, dan akses yang cepat. Termasuk literasi dan perlindungan kepentingan konsumen termasuk penegakan hukum.
Pihaknya optimistis kinerja sektor keuangan Indonesia makin meningkat. Hal ini telah ditandai dengan kinerja yang mulai membaik di tahun lalu. [KPJ/DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya