Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ada 40 Pekerja Sawit Yang Diduga Disiksa Dalam Kerangkeng Bupati Langkat

Senin, 24 Januari 2022 16:01 WIB
Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)
Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin. (Foto: Tedy Kroen/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Migran Care menyebut, Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin memiliki kerangkeng di rumahnya. Sebanyak 40 pekerja sawit disebut mendekam di dalam kerangkeng itu.

"Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang bekerja," kata Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayat melalui keterangan tertulis, Senin (24/1).

Berita Terkait : BAIS Perkuat Kerja Sama Intelijen Dari Berbagai Lembaga

Anis mengatakan, kerangkeng itu ada di belakang halaman rumah Terbit. Bentuknya mirip penjara dengan tambahan gembok, agar para pekerjanya tidak keluar masuk sembarangan.

Ada beberapa penyiksaan yang diterima para pekerja. Salah satu bentuk penyiksaan berupa pemukulan. "Sampai lebam-lebam dan sebagian mengalami luka-luka," ungkapnya.

Berita Terkait : Kena Ciduk KPK, Total Harta Bupati Langkat Rp 85 M

Akses para pekerja di dalam kerangkeng itu juga terbatas. Para pekerja hanya diberi makan dua kali dalam sehari. "Selama bekerja mereka tidak pernah menerima gaji," tambah Anies.

Sementara itu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bakal meminta bantuan polisi untuk mencari keberadaan 40 pekerja yang disebut Migran Care itu. Pencarian para pekerja dibutuhkan untuk memastikan kondisi mereka.

Berita Terkait : KPK Amankan Sejumlah Uang Dalam OTT Di Langkat

"Sehingga ketika kami datang kesana bisa menjelaskan dimana mereka karena itu bagian dari tugas Kepolisian," ujar Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di kantornya.
 Selanjutnya