Dewan Pers

Dark/Light Mode

FAO Apresiasi Kemajuan Pertanian Dan Ketahanan Pangan Indonesia Selama Pandemi

Jumat, 21 Januari 2022 16:45 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Perwakilan FAO untuk Indonesia Rajendra Aryal saat panen bersama di Desa Karangpawitan, Karawang, Kamis (20/1)/Ist
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersama Perwakilan FAO untuk Indonesia Rajendra Aryal saat panen bersama di Desa Karangpawitan, Karawang, Kamis (20/1)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) untuk Indonesia Rajendra Aryal mengapresiasi upaya peningkatan produksi yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan). 

Aryal kagum akan program dan kebijakan yang dilakukan Indonesia dalam memenuhi pangan masyarakat selama pandemi Covid-19. 

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepemimpinan Bapak Menteri Pertanian yang sangat baik pada pertanian Indonesia. Pertanian Indonesia mampu tumbuh positif selama masa pandemi” ungkap Aryal, usai panen bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Desa Karangpawitan, Kabupaten Karawang. 

Sebagai Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor Leste, Aryal menyebut pandemi Covid dan tantangan perubahan iklim telah memberi tantangan besar dalam hal pemenuhan pangan bagi banyak negara di dunia.

Berita Terkait : Indonesia Power Tanam 5.000 Pohon Tanaman Energi

Dia menekankan sebagai "closed collaborator,” pihaknya akan mendukung penuh Kementan dalam hal mewujudkan ketahanan pangan. 

“Seperti Pak Menteri katakan, kami bekerja sama dalam transformasi pada sistem pertanian Indonesia. FAO selalu siap sedia memberikan technical support bagi pertanian Indonesia, dan kami akan mengkoneksikannya dengan rencana kerja FAO secara jangka pendek dan jangka panjang” jelasnya. 

Mentan Syahrul Yasin Limpo menekankan, pihaknya bersama dengan FAO akan melakukan berbagai akselerasi untuk pertanian di Indonesia. 

Dia mengaku, pandemi dan perubahan iklim telah menjadi tantangan besar bagi pertanian di banyak negara. 

Berita Terkait : Yasonna: Cegah Pidana Lintas Batas, Indonesia Gunakan IBCM

Dia berharap, dukungan FAO dapat memperkuat sektor pertanian, termasuk dalam hal inovasi dan teknologi ke depan. 

“Kerja sama kami bersama FAO adalah melakukan mitigasi terhadap tantangan perubahan iklim yang ekstrem,” kata Syahrul.

Misalnya, melakukan mekanisasi, ataupun menciptakan varietas-varietas yang tahan cuaca. Pihaknya meng ajak FAO hari ini ke lapangan untuk bersama-sama menyaksikan bagaimana potensi panen dan produksi padi di Kabupaten Karawang sebagai salah satu wilayah penghasil beras terbesar.

Berdasakan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS), capaian produksi beras 2021 mencapai 31,69 juta ton, naik 0,35 juta ton atau 1,12 persen dibandingkan 2020. Surplus pada tahun 2021 diperkirakan mencapai 1,65 juta ton. 

Berita Terkait : BI: Surplus Neraca Perdagangan Jaga Ketahanan Ekonomi

Bila ditambahkan dengan stok awal tahun 2021 (carry over tahun 2020) yang mencapai 7,32 ton, maka total surplus beras tahun ini lebih dari 9 juta ton. [KAL]