Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasien Covid Di RS Persahabatan Mayoritas Bergejala Ringan Dan Sedang

Rabu, 2 Februari 2022 18:16 WIB
RSUP Persahabatan. (Foto: Antara)
RSUP Persahabatan. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Utama RSUP Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan, mayoritas pasien Covid-19 yang dirawat bergejala ringan dan sedang. Hal ini berbeda dengan tahun lalu.

Dari total 493 pasien pada tahun 2021, sebanyak 228 (46,3 persen) kritis, 158 (32,1 persen) berat, 48 (9,7 persen) sedang dan 59 (11,9 persen) ringan. Sedangkan pada Januari 2022, dari 107 pasien, 6 (5,6 persen) kritis, 21 (9,6 persen) berat, 3 (12,2 persen) sedang dan 67 (62,6 persen) ringan.

"Data ini penting sekali, bahwa pola penyakit covid saat ini berbeda pada tahun lalu. Tahun ini cenderung gambarannya lebih ringan sedang ini data yang dirawat di RSUP. Ini sangat penting karena saat kita merawat pada tahun lalu hampir 50 persen kritis, tetapi yang ada tahun ini sangat kecil sekali,” ujarnya, saat konferensi pers virtual, Rabu (2/2).

Berita Terkait : Lawan Persiraja, Macan Kemayoran Incar Kemenangan Beruntun

Sementara itu, Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan mengatakan grafik kenaikan kasus Omicron lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya. Saat ini bisa dikatakan fenomena suprespreader.

“Resiko penularan bisa 2,9 kali lebih tinggi dibanding varian delta, lalu reinfeksi atau peningkatan resiko terinfeksi kembali hingga 5,4 kali lebih tinggi,” jelasnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah terkait vaksinasi. Menurutnya vaksin booster dan jenis vaksin yang ada saat ini masih dapat meningkatkan kemampuan netralisasi antibodi terhadp varian omicron.

Berita Terkait : Lagi, 3 Pasien Omicron Meninggal, 2 Gejala Berat 1 Gejala Ringan

“Vaksin yang ada saat ini. juga masih efektif dalam mencegah penyakit yang berat, rawat inap hingga kematian,” imbuhnya.

Menurut analisis UK Health Security Agency yang disampaikan Erlina, tingkat penularan varian omicron dapat lebih tinggi dengan varian yang sedang bersirkulasi. Kemungkinan penularan Omicron lebih tinggi karena memiliki mutasi di RVD, lokasi pemecahan furin, dan nukleokapsid yang secara in vitro dapat meningkatkana repilkasi.

Kendati demikian meski penularan dapat lebih tinggi, penanganan yang tepat dan penerapan protokol kesehatan yang ketat masih menjadi kunci terhindar dari virus tersebut. Selain itu vaksinasi juga menjadi sangat penting untuk mengurangi tingkat keparahan jika tertular.

Berita Terkait : Lawan Covid-19, PKRT Di Rumah Harus Aman Dan Berizin Kemenkes

"Lengkapi vaksin dan kalau bisa booster, tetap terapkan 5M serta menjadi agen edukasi untuk keluarga dan lingkungan sekitar,” terangnya. [DIR]