Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM Eksklusif Temani Menkes Ke RS Sulianti Saroso
70 Persen Pasien Di ICU Belum Divaksin, Tuh Kan...
Rabu, 9 Februari 2022 08:20 WIB
Sebelumnya
Sama seperti Menkes, epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman juga meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi dan tidak meremehkan bahaya varian Omicron. Dicky menuturkan, meskipun banyak yang terkena Omicron memiliki gejala ringan, namun varian itu tetap berpotensi membuat orang terkena gejala berat atau mengalami kematian dalam sejumlah kondisi tertentu.
Omicron juga memiliki dampak yang berbahaya, khususnya pada kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid, dan juga anak-anak. Dengan demikian, dia mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja sama dan saling melindungi dengan segera melengkapi diri dengan dua dosis vaksin Covid-19 yang bisa didapat dari fasilitas kesehatan terdekat.
Baca juga : Luhut Kecam Kelompok Anti Vaksinasi
Selain melengkapi dosis vaksin, ia turut mengimbau kepada masyarakat yang belum sempat divaksin dan sudah terpapar Omicron untuk divaksinasi setidaknya dua pekan setelah melakukan isolasi mandiri. “Di sisi lain, adanya Omicron ini memang akan ada sebagian orang yang belum divaksinasi akhirnya terinfeksi. Bagi sebagian kecil yang penyintas dalam artian tidak mengalami long covid atau tidak mengalami fatalitas hingga meninggal, dia akan memiliki sedikit bekal imunitas. Tapi dia harus segera divaksinasi,” ujar dia.
Untuk pemerintah, guna mendukung perlindungan kekebalan dalam masyarakat terjaga, Dicky menyarankan segera mengejar cakupan vaksinasi setidaknya mencapai 80 persen secara nasional atau paling minimal dapat mencapai 70 persen. Supaya ketika terdapat pergerakan dari masyarakat, risiko penularan jauh lebih kecil.
Baca juga : Pengalaman Dokter Amerika Rawat Pasien Covid Belum Divaksinasi
Sedangkan pada vaksin penguat (booster), ia berharap pemerintah dapat memperluas cakupan setidaknya mencapai 50 persen dari total kelompok yang berisiko yang sudah menurun atau total secara umum dari populasi di Indonesia agar masyarakat dapat aman dan terlindungi. “Kelompok rentan harus diperkuat dengan penguat (booster). Semua harus kembali ke leadership dan strategi komunikasi bencana. Vaksinasi penguat (booster) saja Indonesia masih di bawah lima persen, masih rawan sekali dan potensi kematian tinggi, dua dosis saja kurang di luar Jawa-Bali, ini berisiko,” ucap dia. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya