Dewan Pers

Dark/Light Mode

Persilakan Warga Jalan-jalan, Longgarkan Masa Karantina

Pak Luhut Injak Gas

Rabu, 16 Februari 2022 08:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok. maritim.go.id).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Dok. maritim.go.id).

RM.id  Rakyat Merdeka - Komandan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan terus membuat kelonggaran-kelonggaran di saat serangan Corona varian Omicron masih menyeramkan. Setelah nyuruh warga jalan-jalan, sekarang Luhut mau hapus karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Pak Luhut, apa nggak kecepatan tuh?

Per hari kemarin, kasus positif yang dilaporkan Satgas Covid-19 kembali pecah rekor dengan penambahan sebesar 57.049. Angka ini merupakan kasus tertinggi sejak pertama kali kasus Corona masuk ke Indonesia. Bahkan, jumlah itu melewati gelombang Delta yang mencapai 56.757 pada 15 Juli 2021.

Selain kasus aktif yang tinggi, jumlah kasus kematian juga terus bertambah. Pada periode 14-15 Februari 2022, ada 134 kasus kematian. Sehingga, total kasus kematian akibat Corona sudah mencapai 145.455.

Berita Terkait : Jangan Benturkan Agama Dan Budaya

Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengungkapkan, nyaris 100 persen hasil pemeriksaan deteksi strain baru mutasi Corona menggunakan metode Whole Genome Sequences (WGS) di Pulau Jawa adalah varian Omicron. Sehingga, dia berkesimpulan, mayoritas kasus Covid-19 di Indonesia saat ini memang ulah Omicron, karena Omicron memiliki tingkat penularan yang cepat dan masif.

Namun, di tengah lonjakan kasus itu, dan perang melawan Omicron belum berakhir, Luhut justru membuka sejumlah kelonggaran. Saat ini, Menko bidang Kemaritiman dan Investasi itu, berencana menghapus masa karantina bagi PPLN yang baru tiba di tanah air. Untuk langkah awalnya, masa karantina selama 5 hari dikurangi menjadi 3 hari. Kebijakan ini mulai berlaku pada 1 Maret 2022 atau paling cepat minggu depan.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menyebut, karantina 3 hari hanya berlaku bagi PPLN yang sudah mendapat vaksin dosis tiga (booster). “Mulai minggu depan, PPLN baik WNA dan WNI yang telah melakukan booster, lama karantina dapat berkurang jadi tiga hari,” kata Luhut, dalam konferensi pers perpanjangan PPKM, Senin.

Berita Terkait : Relawan: Siapa Sih Yang Nggak Mau Deket Ganjar?

Bila nanti situasi membaik, Luhut berencana menghapus ketentuan karantina bagi orang yang habis melakukan perjalanan luar negeri. Penghapusan karantina ini akan dilakukan pada 1 April 2022 atau bisa lebih cepat lagi.

Namun, kata Luhut, keputusan ini sangat bergantung dari angka kasus Corona di tanah air. Bila kasus membaik dan vaksinasi meningkat, penghapusan karantina bisa dilakukan. “Pada 1 April atau sebelum 1 April, PPLN tidak akan lagi menerapkan karantina terpusat,” tegasnya.

Sekedar mengingatkan, virus Corona varian Omicron pertama kali terdeteksi di tanah air itu dari PPLN yang baru saja tiba di tanah air. Varian yang pertama kali muncul di Afrika Selatan itu, terdeteksi oleh WNI yang baru datang dari Nigeria, 27 November 2021. Setelah itu, banyak kasus positif Corona varian Omicron yang menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, merupakan PPLN.

Berita Terkait : Ini Yang Bisa Dilakukan Saat Jalan-jalan Ke Kota Virtual Lokaborasi

Kenapa karantina dipangkas? Juru Bicara Satgas, Wiku Adisasmito menyebut, keputusan ini didasarkan pada hasil kajian sejumlah pakar. Kebijakan tersebut dilakukan bertahap dari PPLN yang sudah menerima vaksin dosis ketiga atau booster.
 Selanjutnya