Dark/Light Mode

Dijauhi NU, Dimusuhi Buruh

Jalan Imin Ke 2024 Begitu Terjal

Jumat, 18 Februari 2022 08:54 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Dok. DPR RI).
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Dok. DPR RI).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dibanding bos-bos parpol lain, Muhaimin Iskandar yang paling berani ngomongin urusan capres. Sejak Pilpres 2014 dan 2019, Ketua Umum PKB itu, sudah terang-terangan ingin nyapres. Sayangnya, dalam 2 kali Pilpres, Imin gagal maju. Bagaimana dengan Pilpres 2024? Banyak kalangan memprediksi, jalan Imin ke 2024 masih begitu terjal.

Ada alasan kenapa langkah Imin di Pilpres 2024 begitu berat. Pertama, renggangnya hubungan Imin maupun PKB dengan PBNU. Padahal, selama ini, warga nahdliyin jadi basis massa yang diandalkan Imin maupun PKB.

PBNU di bawah kepemimpinan Kiai Yahya Cholil Staquf sudah memasang ‘tembok pembatas’, tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Gus Yahya-sapaannya, mengharamkan NU terlibat dalam dukung-mendukung capres-cawapres. Termasuk tidak ingin NU dijadikan kendaraan politik PKB.

Baca juga : Di Permukaan, imin baik Saja, Dalam Hatinya Siapa Tahu

Sudah berkali-kali, Gus Yahya menegaskan larangan berpolitik praktis bagi NU. Kemarin, kakak kandung Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu kembali menyampaikan hal yang sama. Dia memperingatkan pada pengurus NU di daerah tidak coba-coba deklarasi capres dengan membawa-bawa nama organisasi.

“Kalau ada PCNU yang terlibat dan secara terang-terangan melakukan gerakan dukung-mendukung politik tertentu, maka akan kami berikan surat peringatan tertulis,” kata Yahya, di Surabaya, Jatim.

Ia mencontohkan beberapa waktu lalu telah memanggil pengurus PCNU Banyuwangi, Sidoarjo, dan Bondowoso sekaligus meminta penjelasan soal dugaan melakukan gerakan politik praktis. Saat itu, Yahya bercerita, ada indikasi ketiga PCNU tersebut terlibat politik melampaui batas-batas parameter yang diizinkan, yakni mengatasnamakan lembaga.

Baca juga : Emil Belum Terkalahkan

“Tempat kegiatan di Kantor PCNU, lalu backdrop disebutkan kegiatan PCNU, tapi isinya politik praktis. Mereka sudah kami tegur secara lisan. Peringatan tertulis akan berlaku untuk PCNU se-Indonesia jika melakukan hal sama,” ucapnya.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu juga mengingatkan, terkait adanya pengurus PBNU maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Kalau itu nanti terjadi, maka pengurus tersebut harus mengundurkan diri dari NU. Hal ini demi menjaga harkat organisasi dan menghindari konflik kepentingan.

“Warga NU bebas memilih. Jangan sampai ada keterlibatan institusional dari PBNU. Kalau mau maju, ya harus keluar dulu,” sambung Juru Bicara Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.