Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jokowi Minta Jangan Asal Bangun Infrastruktur
Risiko Bencana Harus Turun, Bukan Nambah
Kamis, 24 Februari 2022 08:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemberian izin usaha dan pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan risiko bencana. Hal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi.
Secara khusus, Presiden Jokowi memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar menggandeng kementerian, lembaga, hingga Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengingatkan hal tersebut.
“Pembangunan infrastruktur harus mengurangi risiko bencana, bukan menambahnya. Seringkali kita membangun, tapi lupa mengenai risiko bencana ini,” tegas Jokowi, dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana secara virtual dari Istana Bogor, kemarin.
Baca juga : Ingat Yaaa... Pembangunan Infrastruktur Jangan Nambah Risiko Bencana
Mantan Wali Kota Solo ini juga meminta dalam proses pembangunan infrastruktur, kebijakan tangguh bencana harus menjadi arus utama.
“BNPB harus aktif mengajak seluruh aparat Pemerintah Pusat, maupun daerah agar semua program pembangunan harus berorientasi pada tangguh bencana. Semuanya harus diajak,” katanya.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menambahkan, pembangunan infrastruktur harus memperhatikan kelestarian lingkungan dan berkelanjutan.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Pengerjaan Infrastruktur KEK Mandalika Tepat Waktu
“Inilah tantangan kita sesungguhnya. Pembangunan infrastruktur juga harus mendukung ekonomi,” kata Basuki.
Basuki mengungkapkan, dalam pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR selalu memperhatikan tiga pilar utama pembangunan berkelanjutan seperti yang tertuang dalam Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan.
Pertama, secara ekonomi layak dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kedua, menjaga pelestarian lingkungan, melalui efisiensi penggunaan sumber daya, meminimalisir dampak lingkungan yang dihasilkan. Dan, penggunaan peralatan serta material yang hemat energi dan ramah lingkungan. Ketiga, mengurangi disparitas sosial masyarakat.
Baca juga : Pendaftaran Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana Dibuka Hari Ini, Cek Syaratnya
Kepala BNPB Suharyanto mengungkapkan, tahun lalu Indonesia banyak diterpa bencana.
“Indonesia mengalami 5.402 bencana alam yang mengakibatkan 728 orang meninggal dunia. Bencana tersebut juga mengakibatkan 150 ribu rumah dan 4.400 fasilitas umum hancur,” jelas Suharyanto. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya