Dark/Light Mode

Gempa Pasaman Terjadi Akibat Aktivitas Sesar Sumatera, Tak Berpotensi Tsunami

Jumat, 25 Februari 2022 12:50 WIB
Peta lokasi gempa Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (25/2). (Foto: Istimewa)
Peta lokasi gempa Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (25/2). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wilayah Talamau, Pasaman Barat, Sumatera Barat diguncang gempa tektonik, Jumat (25/2) pukul 08.39.29 WIB.

Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1.

Episenter gempa terletak pada koordinat 0,14° LU ; 99,94° BT. Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 km Timur Laut wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat pada kedalaman 10 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa dangkal terjadi akibat adanya aktivitas Sesar Sumatera.

Baca juga : Gempa M5,3 Guncang Samudera Hindia Selatan Jawa, Tak Berpotensi Tsunami

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

Gempa ini berdampak dan dirasakan di daerah Pasaman skala intensitas V Modified Mercalli Intensity/MMI (getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

Di Agam, Bukitttinggi, dan Padang Panjang getaran terasa dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari, dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Sementara di Padang, Payakumbuh, Aek Godang, dan Gunung Sitoli getaran terasa dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah, getaran seakan truk berlalu).

Baca juga : Dua Pakar Anjurkan Konsumsi Air yang Berkualitas dari Sumber Berkelanjutan

Sedangkan di Pesisir Selatan, Rantau Parapat, Nias Selatan, dan Bangkinang terasa guncangan dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan beberapa orang, benda ringan yg digantung bergoyang).

Hingga saat ini, sudah ada laporan dampak kerusakan di daerah Pasaman Barat yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 09.35 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 kejadian gempa pendahuluan (foreshock) magnitudo M5,2 dan menunjukkan adanya 7 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M3,9.

Baca juga : Kemendagri Tegaskan Jabatan Anies Cs Nggak Diperpanjang

Masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hindari bangunan yang retak atau rusak, diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa. Atau tidak ada kerusakan akibat getaran gempa, yang membahayakan kestabilan bangunan, sebelum Anda kembali ke dalam rumah. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.