Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah beberapa waktu “mati suri”, isu reshuffle kini hidup lagi. Apalagi, di akhir Maret ini, ada Rabu Pon, yang merupakan weton-nya Presiden Jokowi. Dalam beberapa reshuffle sebelumnya, Jokowi melakukannya di Rabu Pon.
Isu reshuffle mulai ramai dibahas setelah ada kabar Jokowi bertemu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Jumat (4/3) lalu. PAN merupakan salah satu anggota koalisi yang sampai saat ini belum mendapatkan “kue”. Padahal, PAN sudah bergabung ke barisan Jokowi, sejak akhir Agustus 2021.
Makanya, pertemuan itu langsung dikaitkan dengan reshuffle kabinet, untuk mengakomodir PAN dalam pemerintahan. Apalagi, secara penanggalan Jawa, momennya tepat dengan kebiasaan Jokowi dalam membuat kebijakan besar. Pada 23 Maret nanti, ada Rabu Pon.
Baca juga : Musim Reshuffle Masih Jauh
PAN berusaha membantah kabar reshuffle itu. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi menyebut, pekan lalu, Zulhas tidak bertemu Jokowi.
“Berita itu tidak benar. Karena dalam sepekan kemarin, Ketua Umum PAN roadshow konsolidasi kader dan pemantapan persiapan pemilu di Jawa Tengah. Keliling ke seluruh kabupaten/kota untuk bertemu dengan basis konstituen dan pengurus partai,” ujarnya.
Viva menegaskan, PAN konsisten mendukung pemerintahan Jokowi. PAN akan membantu pemerintahan Jokowi mempercepat ekonomi nasional dan pemenuhan kebutuhan rakyat. Namun, PAN tidak mengharapkan imbalan kursi.
Baca juga : BNI Dorong Sindikasi Di Akhir Tahun
Zulhas juga mengaku belum mendengar isu reshuffle. “Belum ada kabarnya soal reshuffle,” ucap Zulhas, sembari menepis kabar pertemuannya dengan Jokowi. “Tidak ada pertemuan,” tandas Wakil Ketua MPR itu.
Namun, bantahan ini tidak meredakan isu reshuffle. Bahkan, beberapa partai koalisi juga yakin, bakal ada kocok ulang kabinet menjelang Ramadan nanti.
Contohnya, Ketua DPP PPP Achmad Baidowi. Awiek, sapaan akrab Baidowi, mengaku mendengar kabar bahwa reshuffle akan dilakukan pada akhir Maret ini. “Dengar, sayup-sayup. Tapi pastinya belum tahu karena itu merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi,” ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya