Dewan Pers

Dark/Light Mode

Cegah Mubazir

Pemerintah Stop Donasi Vaksin Dari Negara Lain

Kamis, 31 Maret 2022 07:35 WIB
Vaksin Covid-19. (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM.id)
Vaksin Covid-19. (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Donasi vaksin Covid-19 dari negara-negara sahabat masih berdatangan ke Indonesia. Banyaknya vaksin sumbangan tersebut tak berimbang dengan laju penyuntikan di Tanah Air. Daripada mubazir karena kedaluwarsa, Pemerintah memutuskan menghentian donasi vaksin dari negara lain.

Direktur Jenderal (Dirjen) Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) I Gede Ngurah Swajaya mengungkapkan, keputusan menghentikan masuknya sumbangan vaksin sudah berjalan. Indonesia tak menerima hibah vaksin Covid-19 sampai akhir bulan depan.

Berita Terkait : Penuhi Permintaan Pasar, Pemerintah Harus Berdayakan Produk Dalam Negeri

“Melihat kapasitas penyimpanan kita juga terbatas dan ketersediaan vaksin yang (harus) berjalan dengan progres penyuntikan vaksin,” ujar Ngurah dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi IX DPR di Jakarta, kemarin.

Beberapa negara sahabat yang rutin menyumbangkan vaksin dengan sukarela, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Belanda.

Berita Terkait : Kemenkes Jajaki Sertifikat Vaksin Covid-19 Diakui Negara Lain

Selain itu, Pemerintah membuat syarat penerimaan vaksin yang akan didonasikan kepada Indonesia. Salah satunya, masa simpan vaksin minimal dua per tiga dari masa simpan atau save live.

Dia menyampaikan, Kemlu terus berupaya memfasilitasi permintaan data yang dibutuhkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sehingga, vaksin yang diterima memiliki masa simpan yang lama.

Berita Terkait : Puan: Pemerintah Harus Bisa Stabilkan Harga Pangan Sebelum Ramadan

Ngurah menyampaikan save live vaksin selalu disuarakan Menlu Retno Marsudi di Covac Facility. Sehingga, vaksin yang diterima negara penerima bisa dimanfaatkan maksimal. Vaksin sumbangan dari negara sahabat ini jangan sampai sia-sia.
 Selanjutnya