Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Delta Dilumpuhkan, Omicron Dijinakkan
Tepuk Tangan Untuk Luhut!
Selasa, 5 April 2022 06:43 WIB
Sebelumnya
“93 persen kabupaten/kota di Jawa-Bali sudah berada pada level 1 dan 2, hanya tersisa 9 kabupaten/kota yang masih di level 3,” bebernya.
Daftar terbaru wilayah PPKM Jawa-Bali dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Luhut mengatakan, dengan kondisi kasus yang mulai terkendali, pemerintah memperpanjang pembukaan tempat umum dan memperlonggar pembatasan sosial. Di aturan terbaru itu, mal atau pusat perbelanjaan, restoran dan kafe, boleh buka hingga pukul 22.00 WIB.
Baca juga : Berkas Dilimpahkan, Bupati HSU Segera Disidang
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan relaksasi aturan entry test bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang akan masuk Indonesia. Hal tersebut dipilih agar jumlah penerbangan yang masuk meningkat. Namun, tetap diatur agar tidak menyebabkan penumpukan di bandara. Adapun detil aturan ini akan dijelaskan di dalam Inmendagri hari ini.
Luhut menambahkan, dengan terkendalinya varian Omicron, pemulihan ekonomi mampu dijaga dengan baik. Ia pun meminta seluruh Forkompinda di Jawa-Bali untuk memaksimalkan capaian vaksinasi dosis kedua dan booster.
Baca juga : Tumbuhkan Semangat Kreativitas, Ini Yang Dilakukan Teman Sandi Di Sumut
Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, kondisi pandemi di Indonesia sudah jauh membaik dibandingkan dengan negara-negara lain termasuk negara tetangga. Namun, ia meminta semua pihak tetap berhati-hati dengan adanya subvarian omicron BA.2 atau Omicron Siluman.
“Kami beruntung dengan kondisi komunitas masyarakat Indonesia cukup tinggi, sehingga varian baru ini tidak menyebabkan adanya lonjakan kasus di Indonesia. Berdasarkan kondisi seperti ini, Pemerintah merasa yakin kita bisa melakukan aktivitas secara lebih bebas,” kata Menkes.
Baca juga : Awas, Siluman Omicron Ganggu Puasa Dan Lebaran
Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman mengingatkan masyarakat tak menganggap endemi adalah situasi yang baik. Karena kondisi endemi masih bisa menyebabkan kasus kematian. Kondisi terbaik, kata dia, adalah terkendali, atau setidaknya sporadis.
Ia pun menjelaskan istilah terkendali adalah tidak ada kasus selama berbulan-bulan, misalnya 3-4 bulan. Kalau pun ditemukan kasus, jumlahnya kecil dan tidak menyebabkan kematian. Orang yang terinfeksi juga tidak sampai dirawat ke ICU. Kondisi seperti ini lah yang harus dicapai oleh masyarakat Indonesia. “Itu yang harus kita kejar,” pungkasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya