Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buang Arogansi Dalam Momen Ramadan Dan Perayaan Jumat Agung

Sabtu, 16 April 2022 22:42 WIB
Wakil Ketua Pembina PP Perti KH Anwar Sanusi (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Pembina PP Perti KH Anwar Sanusi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1443 Hijriah, umat Kristiani juga merayakan peringatan Jumat Agung sebagai rangkaian Trihari Suci Paskah. Dua perayaan keagamaan ini merupakan momentum bagi masyarakat untuk terus memupuk toleransi beragama sembari membuang arogansi beragama.

Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti), KH Anwar Sanusi mengatakan, momen indah yang penuh sukacita dari kedua umat beragama ini sebagai bulan kasih sayang dan esempatan bagi umat untuk mempererat tali persaudaraan.

”Bahwa momen ini adalah memang bulan kasih sayang. Dan kita pererat ukhuwah tali persaudaraan, baik ukhuwah Islamiyah terhadap sesama Islam, lalu ukhuwah wathoniyah dengan sesama manusia dalam suatu negara, dan ukhuwah insaniyah sebagai bentuk untuk perdamaian dunia,” ujar Anwar Sanusi, di Jakarta, Jumat (15/4).

Ia melanjutkan, sebagai masyarakat yang hidup di tengah keberagaman suku dan agama, hendaknya umat mampu meneladani kehidupan di Madinah semasa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Ketika itu, umat yang berbeda agama juga dapat hidup dengan damai.

Berita Terkait : Satgas Ramadan Dan Idul Fitri Pertamina Amankan Stok BBM dan LPG

"Ketika Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin agama sekaligus pemimpin negara di Madinah, di sana paling tidak ada empat kaum yakni Yahudi, Nasrani, Majusi yang menyembah berhala, dan kaum Muslim. Pada saat itu, mereka juga bisa hidup dengan damai, padahal mayoritas Islam,” terangnya.

Anwar menilai, perayaan Jumat Agung sebagai salah satu rangkaian dari Trihari Suci umat Nasrani yang penuh sukacita, juga sejatinya menjadi hari yang istimewa bagi umat Muslim tatkala hari Jumat ini menjadi sayyidul ayyam atau hari yang memiliki keitimewaan di banding hari lain terlebih di Ramadan.

“Hari Jumat itu memang selain umat Kristiani menyebut hari Jumat Agung, kita sebagai umat Islam menyebutnya juga sebagai sayyidul ayyam atau ibunya dari semua hari yang ada. Sehingga pada dasarnya kedua umat beragama sama-sama memaknai hari Jumat ini sebagai hari besar,” terangnya.

Mantan anggota DPR periode 1997-2014 dari Fraksi PPP ini memandang, Jumat yang istimewa bagi kedua umat beragama ini hendaknya umat dapat mengedepankan kasih sayang, toleransi serta mengesampingkan arogansi beragama demi menjalin ukhuwah persaudaraan. "Karena tidak ada ajaran agama mana pun yang mengajarkan bermusuhan apalagi arogansi. Jadi, mudah-mudahan dengan momentum Jumat Agung ini kembali kita ke agama masing-masing, kembali kepada qittah-nya lagi, bahwa pada dasarnya agama apa pun itu mengajarkan kasih sayang dan menjauhi permusuhan,” tuturnya.

Berita Terkait : Golkar DKI Gelar Safari Ramadan Dengan Berbagi Santunan

Anwar juga mengomentari peristiwa demo 11 April kemarin yang ternodai dengan aksi pengeroyokan terhadap dosen Universitas Indonesia yang juga pegiat media sosial, Ade Armanda. Menurutnya, pengeroyokan itu merupakan tindakan di luar batas kemanusiaan. Tindakan itu berlawanan dengan semangat cinta kasih.

”Padahal bulan ini adalah bulan kasih sayang, ampunan, dan bulan kita dijauhkan dari api neraka. Kita harus bisa melihat persoalan dari dua sisi, walaupun kita ketahui selama ini bahwa yang bersangkutan merupakan sosok yang kontroversial, dan harus waspada karena setiap gerakan pasti ada yang menunggangi, sudah pasti itu,” ujar mantan Ketua Umum PP Perti ini.

Karena itu, dia memandang perlu adanya peran Pemerintah dan tokoh untuk terus bersama-sama menjaga persatuan dan kerukunan umat. Agar hal-hal yang menodai perdamaian dan ukhuwah umat tidak terjadi kembali di kemudian hari. Caranya, dengan mendorong narasi kasih sayang kepada umat.

Anwar juga berpesan kepada umat Muslim agar di bulan suci dan penuh sukacita ini, umat dapat terus meningkatkan amal perbuatan, serta semakin menyadari bahwa Islam sebagai rahmatan lil alamin. Yaitu, yang senantiasa mengajarkan umatnya untuk bertoleransi dan mencintai kasih sayang.

Berita Terkait : Inter, Juve Dan Milan Rebutan Bek Uzur

”Insya Allah, dengan momen bulan suci Ramadan ini, kita bisa meningkatkan amal baik perbuatan atau perilaku. Nanti kalau sudah ditingkatkan, setelah Idul Fitri tentunya harus lebih baik lagi. Ini juga momen memaksimalkan rasa cinta dan toleransi bahwa ajaran islam itu adalah ajaran yang memang benar-benar toleransi dan ajaran yang mencintai kasih sayang,” kata Anwar Sanusi. [WUR]