Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dianggap Mampu Sudahi Cebong-Kampret

Warga Jakpus Dukung Ridwan Kamil Jadi Capres 2024

Senin, 18 April 2022 01:20 WIB
Gerakan Ridwan Kamil Optimis (Gerimis) yang berbasis di Jakarta Pusat mendeklarasikan dukungan kepada Ridwan Kamil pada Pilpres 2024, Minggu (17/4). (Foto: Ist)
Gerakan Ridwan Kamil Optimis (Gerimis) yang berbasis di Jakarta Pusat mendeklarasikan dukungan kepada Ridwan Kamil pada Pilpres 2024, Minggu (17/4). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dukungan dari warga Jakarta terhadap Ridwan Kamil, kembali muncul. Kali ini, warga Jakarta Pusat (Jakpus) yang tergabung dalam Gerakan Ridwan Kamil Optimis (Gerimis), menyatakan sikap akan mendukung Gubernur Jawa Barat tersebut pada Pemilu 2024 mendatang.

Koordinator Gerimis Jakarta, Antony mengatakan, RK layak didukung karena pengalamannya saat menjabat sebagai wali kota Bandung. Salah satunya dalam mengatasi permasalahan polarisasi yang terjadi pasca pilpres 2019.

Berita Terkait : Nelayan Larantuka Dukung Sandiaga Uno Jadi Presiden 2024

Sebab, permasalahan yang memicu perpecahan dengan adanya dikotomi kampret dan cebong kala itu, hingga kini masih tetap ada walau Pilpres 2019 telah lama berlangsung.

Hal itu harus dibereskan agar Indonesia bisa keluar dari polarisasi yang tidak sehat untuk memantaskan diri berpartisipasi pada panggung global.

Berita Terkait : Milenial Pecinta Beladiri Sumbar Dukung Firli Maju Di Pilpres 2024

”Kami percaya Indonesia akan semakin kuat dan disegani di tangan Ridwan Kamil. Dia adalah sosok tepat yang dapat menghilangkan polarisasi tersebut,” ujar Antony, Minggu (17/4). 

Dia menyebut, Ridwan Kamil telah membuktikan diri sebagai tokoh yang intelektual-profesional, dan sangat terbuka saat menjadi kepala daerah. Serta tidak pernah takut melakukan terobosan dan mendukung berbagai inovasi.

Berita Terkait : Lanmudi Jaksel Dukung Ridwan Kamil Nyapres Di 2024

"Dia juga sangat adaptif terhadap dinamika yang penuh ketidakpastian saat ini, sehingga bisa menjadi pemersatu pihak-pihak yang selama ini masih berbeda pandangan dan berseteru," paparnya.
 Selanjutnya