Dewan Pers

Dark/Light Mode

KPK Meredup, Kejagung Sedang Bersinar

Kamis, 21 April 2022 07:44 WIB
Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Istimewa)
Mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pamor Kejaksaan Agung (Kejagung) sedang bersinar-sinar. Korps Adhyaksa yang dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin itu, mendapat banyak pujian karena berhasil mengungkap mafia minyak goreng alias migor, yang selama ini bikin susah rakyat. Kondisi sebaliknya sedang dialami KPK. Komisi antirasuah yang dipimpin Firli Bahuri itu, sedang redup-redupnya, karena sepi tangkapan, juga dirundung banyak masalah internal.

Kenyataan ini menjadi perhatian mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Febri sedih melihat KPK malah disibukkan dugaan pelanggaran etik yang menimpa salah satu pimpinannya, yaitu Lili Pintauli Siregar. Lili diduga menerima gratifikasi fasilitas akomodasi hingga tiket menonton MotoGP Mandalika, Maret lalu.

Berita Terkait : Kaesang Senang Jadi Rakyat Biasa

"Ketika KPK jadi sorotan tentang dugaan penerimaan gratifikasi pimpinan dan skandal internal, Kejaksaan Agung mengumumkan penyidikan korupsi mafia minyak goreng," tulis Febri, di akun Twitter @febridiansyah, kemarin.

Febri khawatir, jika kondisi KPK seperti ini terus, lama-lama akan dilupakan dan ditinggalkan. "Apakah KPK benar-benar akan jadi masa lalu, dilupakan dan ditinggalkan? Pertanyaan ini hanya bisa dijawab dengan kinerja, bukan gimmick," lanjut Febri.

Berita Terkait : UU TPKS Bukti Perjuangan DPR Terus Hidupkan Semangat Kartini

Mantan aktivis ICW ini lalu mencolek Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah yang kerap memuji KPK saat ini. Dia menyinggung logika jika KPK tak menangkap koruptor, berarti korupsi sudah turun. "Kalau KPK nggak nangkap koruptor, berarti korupsi sudah menurun. Apa mungkin begitu logikanya?" sindir Febri.

Logikanya ini terbukti keliru. Faktanya, saat KPK sepi tangkapan, korupsi tetap terjadi. Buktinya, Kejagung membongkar kasus mafia migor. "Yang kelihatan kinerjanya tentu perlu dihargai seperti Kejaksaan yang tangani kasus korupsi minyak goreng ini. Meskipun jangan juga terburu-buru menghukum karena proses masih berjalan," tambah dia.

Berita Terkait : Fadli Zon Kembali Tegaskan RI Dukung Kemerdekaan Palestina

Febri mengakhiri sentilannya dengan harapan agar KPK bekerja dengan nyata memberantas korupsi. "Untuk KPK, ya semoga segera bangun dan buktikan dengan kinerja. Nggak sibuk dengan seremonial saja," tandasnya.

Sindiran Febri ditanggapi santai Juru Bicara KPK, Ali Fikri. Kata Ali, KPK mengapresiasi Kejagung yang telah lebih dulu mengumumkan penyidikan perkara dugaan korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor migor. "Kami menyampaikan apresiasi kepada Kejagung yang telah melakukan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait ekspor minyak goreng, sehingga telah menetapkan pihak-pihak tertentu sebagai tersangka," ucap Ali, kemarin.
 Selanjutnya