Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jika Pasca Lebaran Kasus Covid Tak Naik

Indonesia Segera Masuk Endemi

Senin, 9 Mei 2022 06:30 WIB
Suasana penumpang Kereta api Sawunggalih yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo tiba di Stasiun Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2022). (Foto: KHAIRIZAL ANWAR / RM)
Suasana penumpang Kereta api Sawunggalih yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo tiba di Stasiun Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2022). (Foto: KHAIRIZAL ANWAR / RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya mengubah status pandemi menjadi endemi terus dilakukan. Perkembangan kasus Covid-19 pasca Lebaran jadi salah satu indikasi perubahan status tersebut.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, untuk menuju endemi persiapannya adalah menekan kasus terkonfirmasi positif. Salah satunya melalui vaksinasi.

Tracing tetap diupayakan sesuai target 1:12. Artinya, dalam setiap kasus, petugas bisa melacak ke 12 orang,” jelas dia.

Berita Terkait : Besok, Tim Putri Indonesia Siap Tarung Lawan Prancis

Nadia meminta kepala daerah seperti gubernur, wali kota dan bupati terus mengingatkan warganya di daerah masing-masing tetap disiplin prokes. Setidaknya, prokes diawasi pengelola mall atau tempat pariwisata.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo menambahkan, penentuan skema menuju endemi Covid-19 masih menunggu hasil evaluasi beberapa minggu pasca Lebaran. Diharapkan tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi seperti di negara lain.

“Pemerintah akan bersiap mengantisipasi bila terjadi lonjakan,” katanya.

Berita Terkait : KSP: Pemerintah Nggak Buru-buru Tetapkan Status Endemi Covid

Menurut Abraham, selama tujuh pekan terakhir, yakni sejak 24 Maret hingga 4 Mei 2022, Covid-19 sudah terkendali. Hal itu ditunjukkan oleh data Reproduction Rate (Rt) yang konsisten di angka 1. Selain itu, jumlah kasus Covid-19 per hari juga terus melandai.

“Per 3 Mei 2022, ada 107 kasus per hari, angka kematian 18 per hari dan angka kasus aktif tinggal 6.951,” paparnya.

Namun demikian, Abraham kembali menegaskan, Pemerintah tidak akan terburu-buru menurunkan status pandemi menjadi endemi. Meski beberapa indikator menunjukkan perbaikan.

Berita Terkait : Hari Kedua Lebaran, Sandi Nyetir Sendiri

Netizen setuju penentuan status endemi ditentukan usai libur Lebaran.

“Pemerintah berharap tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19 lagi seperti di negara lain. Pemerintah akan bersiap mengantisipasi bila terjadi lonjakan,” kata @mikirdoeloe.

Akun @ProfessorZubairi menjelaskan kondisi kasus Covid-19 di Indonesia usai libur lebaran. Yaitu, positivity rate < 3 persen, jumlah kasus baru < 300 dan vaksin dosis dua lebih dari 75 persen. Fakta tersebut, indikator amat baik. Penularan rendah dan kasus landai.
 Selanjutnya