Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peduli Kemanusiaan, Erick Thohir Dianggap Pemimpin Masa Depan

Sabtu, 14 Mei 2022 17:33 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir/Ist
Menteri BUMN Erick Thohir/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir baru-baru ini menghadiri undangan halal bihalal dan peringatan 12 Mei Tragedi Trisakti, Aktivis 98 Keluarga Pejuang Reformasi, di salah satu hotel di Jakarta Pusat, Kamis (12/5).

Pentolan Aktivis 98 Wahab Talaohu mengatakan, kehadiran Erick bersama aktivis dan keluarga korban pejuang reformasi 98 tak lepas dari persoalan kemanusiaan. 

Pasalnya, Erick telah mendapat tugas dari Presiden Jokowi untuk selalu respons terhadap persoalan kemanusiaan di bangsa ini. 

Terkait kehadiran beliau dalam rangka kemanusiaan, Erick ditugaskan oleh Presiden Jokowi agar merespons soal-soal kemanusiaan.

“Peristiwa tragedi Trisakti yang mengorbankan kawan-kawan aktivis 98 melahirkan reformasi yang hari ini kita nikmati,” kata Talaohu saat dihubungi, Sabtu (14/5).

Berita Terkait : Erick: Nggak Bisa Distop!

Hal itu sebagai bentuk apresiasi atau perhatian kepada keluarga korban pejuang reformasi. 

Menurut Talaohu, salah satu perhatian Pemerintah lewat Menteri BUMN Erick Thohir kepada korban tragedi kemanusiaan, yakni memberikan perhatian langsung berupa pemberian bantuan rumah dan modal usahakan kepada keluarga korban reformasi. 

“Itulah alasan kehadiran beliau di acara kemarin untuk merespons soal-soal kemanusiaan,” jelasnya.

Misalnya, dengan memberikan apresiasi kepada keluarga pejuang reformasi dalam bentuk pemberian bantuan rumah dan modal usaha kepada mereka.

Talaohu meminta agar publik tidak mengaitkan perhatian Erick kepada keluarga korban pejuang reformasi dengan politik praktis. Karena, tidak semua tindakan kemanusiaan begitu saja diartikan sebagai satu pendekatan politik.

Berita Terkait : 8 Pemain Macan Kemayoran Muda Dipanggil Masuk Timnas U-19

“Namun, ditegaskan juga oleh Bung Erick Thohir selaku menteri BUMN, beliau tidak dalam hal pendekatan politik, namun tindakan kemanusiaan dan penghormatan kepada keluarga pejuang reformasi,” tegasnya.

Untuk itu, kata Talaohu, para Aktivis 98 tidak boleh berhenti memperjuangkan hak-hak para korban pada tragedi Trisakti. Karena berkat perjuangan mereka, rakyat Indonesia bisa menikmati kebebasan dalam berdemokrasi.

“Jadi silakan. Para aktivis 98 dan pejuang reformasi tetap memperjuangkan kawan-kawan yang gugur pada tahun 1998 di Trisakti atau di Semanggi dan tragedi kemanusiaan lain,” jelasnya.

Talaohu kembali menegaskan, kehadiran Erick tidak perlu diributkan oleh publik. Karena yang dilakukan oleh Erick adalah tindakan kemanusiaan. 

Talaohu mengatakan, Jokowi dan Erick tidak memiliki masa lalu yang hitam soal masalah-masalah kemanusiaan.

Berita Terkait : JK Dapat Penghargaan Tertinggi Dari Pemerintah Jepang

Buat Talaohu, Erick adalah pemimpin masa depan yang bersih dari persoalan kemanusiaan, sosial hingga persoalan hukum. Atas dasar itu, Talaohu menilai Erick adalah pemimpin yang tepat dan wajar diundang ke acara halal bihalal.

“Kita tahu beliau pemimpin masa depan yang bersih dari peristiwa kelam masa lalu, seperti tragedi kemanusiaan tersebut. Kami dari aktivis 98 melihat beliau pemimpin tepat, yang tentu kami undang dalam acara halal bihalal dalam rangka menghadiri acara tersebut,” pungkasnya. [REN]